Senin, 25 November 2019

cerpen : Hukum Kekebalan



sumber: pinterest


Tempat yang aku suka adalah pemakaman dimana aku bisa mendapatkan uang seribu-duaribu-tigaribu-empatribu-limaribu.

Sudah sangat lama melakoni pekerjaan ini dari mulai tanah kosong sampai akhirnya mendekati full, aku dan teman- teman bekerja sebagai ojek payung di siang hari dan ojek senter di malam hari, tahukah kamu tidak ada jenazah yang di kubur di pagi hari, Sehingga pekerjaanku ini bisa bangun kesiangan.

Ninuuu ninuuu ninuuu suara ambulance bersahutan, rejeki berhamburan untukku.

"sarii aku mau yang bapak-bapak itu, bapak-bapak lebih mudah beri uang" ujar risna, dengan payungnya yang dua kali lebih besar daripada tubuhnya.

"pergi aja" kataku. 

Aku orang yang tidak terlalu berburu sesuatu, taktikku lebih tenang untuk memilih kemudian memaksa.

Bertemu mayat tidak menjadi hal yang menakutkan dan sendu bagiku rasanya biasa-biasa saja. kain kafan, mayat, keluarga yang menangis, ambulance, mobil, motor dan manusia-manusia. Aku Bisa menceritakan berbagi ragam jenazah dan keluarganya yang kupelajari.

1. Jenazah beserta keluarga mereka yang kaya raya terlihat dari merek mobil yang mereka kendarai biasanya merek mobil itu sangat asing kulihat dan tentu saja pendapatan yang kuraih, mereka rela-rela saja memberiku uang tanpa kembalian.

2. Jenazah yang dibungkus satu set stelan jas tutup seperti pengantin dengan pengantarnya yang elegan , banyak hamparan bunga-bunga serta barang-barang mewah yanh haha sedikit lagi akan ku bawah dan kujadikan koleksi.

3. Masih dengan kain kafan dan isak tangis tapi ada sesuatu yang beda, mereka membawa makanan seperti sesajen, yeah kami akan kenyang setelah mereka pulang.

4. Ada pula yang pengantarnya sepi entah mereka begitu malas atau yang meninggal adalah manusia yang jahat, seperti kata orang-orang.

Beberapa jenis ini mereka semua di derai isak tangis dari keluarganya dan aku begitu muak mendengarkannya meraung-raung padahal jenazahnya kelihatan bersih dan baik- baik saja.

Kenapa semua tidak menjadi aku yang orangtuanya terbunuh Dan dikubur tanpa kain kafan sampai sekarang kuburannya tidak kuketahui mencari tahu pun aparat kemanan tidak ingin turun tangan. 
Sayangnya Tetanggaku terkena amnesia mendadak, kakakku di perkosa hingga gila dan masih tetap di perkosa oleh penjaga rumah sakit jiwa sampai jiwanya tidak merasakan punya jiwa, aku  juga sebagai korban yang masih menikmatinya sampai sekarang.

Rabu, 13 November 2019

privilege

linimasa akhir-akhir ini sedang dibuat ribut dengan pemberitaan rektor muda berumur 27 tahun di ITB- Asia Malang, pasalnya beliau hanya lulusan luar negeri  saat S1 dan S2 dan pernah menjadi staf kepresidenan. banyak yang bertanya-tanya mengapa beliau bisa jadi rektor, kalau dianalisa di Indonesia banyak lulusan luar negeri dengan sepak terjang yang lebih berkompeten atau kenapa  menjadi rektor padahal bukan guru besar (Professor).

setelah disoroti keributan ini semakin menjadi-jadi karena beliau adalah  dari bapak yang punya kampus, banyak yang bergumam "oh pantasan". saya jadi ingat percakapan saya tahun lalu bersama bude kantin yang jualan makanan di kantin kantor gubernur mengenai cara merekrut PNS

"sekarang bude bagusmi caranya rekrut PNS harus memang orang tes, kalau tidak lulus, dicoba tahun depan, tidak kayak dulu dari bapaknya siapa bisami masuk yang penting sudah mengabdi 5 tahun" ujarku

"memang, itu baru bagus mengandalkan kepintaran, biar kedepannya PNS nya tidak kayak yang tua-tua" tambahnya, sambil tertawa

"kalau begitu juga lebih adilmi tidak adami orang dalam" ujarku lagi

"keadilan itu tidak ada  yang tuntas sejak dulu, ulfa" ujar bude.


setelah percakapan itu saya merasa begitu naif... disini saya berbicara sebagai orang yang memiliki pendidikan yang maksimal, punya pekerjaan, tubuh yang lengkap, tempat tinggal serta domisili kaum mayoritas, dan orangtua kelas menengah. apakah sang rektor itu salah? tentu tidak dia memaksimalkan yang dia punya dan mengambil peluang dengan baik, sang bapak pasti melihat potensi dari dalam diri anaknya dan menggunakannya dengan tepat. 

secara deskriptif, perbedaan dalam material sering kali menjadi faktor utama atau lebih besar. bahkan ketika mengendalikan kelas yang berkorelasi ke pekerjaan, pendidikan, kekayaan dan ras tetap ada.(Blau dan Graham, 1990; Keister, 2000; Oliver dan Shapiro,1995/2006).

aset keluarga juga memiliki kehidupan yang lebih menarik seperti memberikan keamanan ekonomi, tidak memerlukan pertukaran waktu/waktu luang, pajak yang lebih ringan, dan kemungkinan dinikmati tanpa kekhawtiran (Spilerman, Lewin- Epstein, dan Semyonov, 1993). aset keluarga bahkan mengadopsi strategi untuk bentuk yang lebih likuid dan tidak bisa dipisahkan (Beverly, Moore McBride, dan Schreiner, 2003). aset keluarga telah ditujukkan untuk membantu keluarga menangani penggangguran dengan lebih baik dan pulih dari kerugian ekonomi (Yeung dan Hofferth, 1998).

privilege nyata adanya, disini saya bisa berkata kalau membandingkan usaha kita dengan perseorangan harusnya lebih berhati-hati, cek lagi jangan-jangan kita punya "sesuatu"yang barangkali  tidak dimiliki orang lain, konteks nya tetap sama-sama berjuang tapi jalanmu lebih mudah. ketidakadilan akan selalu ada karena kekerasan sosial. dalam pandangan ini, kekerasan yang muncul tidak bisa dipisahkan dari struktur politik berbangsa dan bernegara, dimana dimensi-dimensi sosial, politik, ekonomi, dan budaya yang tumbuh berjalan saat ini berpengaruh terhadapnya dan nyaris menjadi biasa saja.

saya ingin mempinjam kata kurniawan gunadi kalau privilege ini menimbulkan Kebingungan yang bisa mengantarkan kita kepada dua hal; Pertama, membuat kita menyerah dan tidak memiliki keberanian untuk berjuang demi kehidupan yang lebih baik dari saat ini. Kedua, menjadi pemacu dan bersedia lelah, berkorban, tidur lebih sedikit, untuk mendapatkan apa yang dicari.

Menyadari kalau hak istimewa yang kuperoleh standar hidup nyaman pada umumnya  yang bisa dilakukan hanya tidak menyalahkan keadaan, bangun pondasi untuk diri sendiri dan masa depan anak-cucu kita, setidaknya mereka tidak hidup dalam kesusahan.

Rabu, 02 Oktober 2019

diam-diam, dalam-dalam

Aku ingin bilang kalau menautkan dan merelakan diri bahagia dengan orang baru tidak semudah yang kaukira, butuh perjuangan menyebrangi garis bernama ketidakberanian.
Pahamilah jika aku menyukaimu,, aku akan tetap mengenggam sampai janjimu terbang musnah dibawa udara. selesaikan saja apa yang mesti diselesaikan. karena aku bisa menunggu dengan tenang dan nyaman. 

Kau bilang jika sudah ditakdirkan maka kesempatan itu tidak akan terlewatkan, menurutku segala sesuatu harus diusahakan jika tidak terlaksana dengan baik resiko aku yang terima, tidak ada yang perlu kau khawatirkan.

Minggu, 25 Agustus 2019

5 Tempat Merenung dan Menangis Terbaik di Makassar

Mark Manson mengajak kita untuk mengerti batasan-batasan diri dan menerimanya. Baginya, inilah sumber kekuatan yang paling nyata. Saat kita mampu mengakrabi ketakutan, kegagalan, dan ketidakpastian.Tepatnya saat kita berhenti melarikan diri dan mengelak, dan mulai menghadapi kenyataan-kenyataan yang menyakitkan. 

Untuk menghadapi kenyataan yang menyakitkan itu, kita butuh untuk merenung, bercerita lebih banyak dalam diri sendiri, setidaknya mari menyediakan waktu untuk hal kecil yang kadang terlupa. Blog saya akan membantu kalian menemui tempat ternyaman melakukan hal-hal ini. 

Ajak pendengar terbaikmu atau duduklah sendiri:

TanaMera

sumber: emaronie.com

Terletak di jalan tanjung bunga, tepatnya di dalam mall pipo. Mereka punya minuman terhandal cold white coffee, bagiku yang tidak terlalu kuat kafein ini enak sekali dan cocok untuk jantungku. Nuansa hitam dan merah, AC yang dingin,  serta playlist yang bagus membuat kalian betah duduk berlama-lama, kalau duduk disni kalian juga akan mendapatkan aroma-aroma asinnya laut.

Coffee lovers
sumber: marga.net
Di makassar banyak cabangnya, yang terbaik adalah di  tengah ruas utama jalan Urip Sumoharjo, apalagi kalau lagi hujan, uhh asli tidak mau pulang, makanan dan minumnya enak-enak semua, kalau favorit saya itu hot chocolate dan hot cappucino. Tempat yang luas membuat kalian lebih nyaman untuk menangis hahaha  soalnya tidak kelihatan, saya juga senang sama pelayanannya mereka ramah dan masa bodoh kalian mau ngapain, asal jangan cari keributan saja.

Rumah Kecil (rucil)

sumber: travelingyuk.com

Kafe outdoor ini Letaknya berada di Jalan Antang Raya Pannara, lorong 100 Makassar. Sesuai namanya yah, rucil jadi tempat parkir kalau mobil susah sekali, diwajibkan datang disini  pakai kendaraan bermotor. Kadang kalau capek liat manusia disini bisa lebih semangat karena banyak hewan yang mengemaskan, kucing dan bebek adalah favoritku! Selain itu ada anjing, ayam, ikan lele, gagak, dan masih banyak lagi. Nuansa outdoornya serta remang-remang empuknya membuat ceritamu akan semakin lebih dalam terbawa suasana dan lebih worth it kalau kesini  ajak teman.

Kantin Kantor Gubernur

sumber:tribuntimurnews

Letaknya masih di Urip Sumoharjo, karena banyak pohon rindang dan makanan minumannya enak-enak. Tempat ini paling baik untuk merenung. Kalau kesini waktu-waktu terbaik berada di pagi dan sore hari. Ini memang tempat kerja saya ahahahak, tapi seumur-umur saya baru menemukan kantin ternyaman sepanjang masa. Teman yang kuajak kesini selalu berhasil mengatasi kegundahan dalam dirinya, sungguh magis



Pantai Akkarena

Terletak di jalan tanjung bunga, Akkarena the last for the best tempat ternyaman merenung dan menangis, disambut sama suara ombak, dan senja yang aduhai, datang saja di sore hari sampai malam tetap indah kok. Jangan lupa beli cemilan diluar saja, karena harga makanan di dalam tidak masuk akal mahalnya. Jangan datang di musim penghujan, karena ini pantai. ditempat ini juga serasa tuhan itu berada sejengkal diatas kepala, kesannya kalau ngomong bisa sambil berdoa. 

Rabu, 07 Agustus 2019

Bertumbuh

Ketika mulai bertumbuh ternyata melihat dunia itu semakin luas, dan tidak ingin mengetahui lebih banyak lagi. Hanya keadaan memang sering memaksa untuk lebih paham sama hidup. saya baru mengerti yang tidak ingin saya mengerti, seperti ;bayar pajak, tugas-tugas pemerintahan, politik, jejaring media, sampai menjadi warga negara Indonesia yang baik.

Diri ini tengah melakukan keputusan-keputusan secara sadar. Menetap atau meninggalkan. kadang terbentur antara realistis dan idealisme sendiri. Kadang juga saya terharu sama pencapaian-pencapaian yang sudah selesai dengan tuntas disertai perasaan bahagia. Rumit juga ternyata menjadi dewasa ukuran umur biologis, ketika lebih ditelaah tumpuan-tumpuan terasa ringan berkat zona nyaman. 

Saya tidak mengerti sama motivator yang menyuruh orang lain untuk meninggalkan zona nyamannya atas dalih kita ini insan bukan seekor sapi sedangkan garis finish dari hidup ini adalah mencari kenyamanan. punya uang itu penting tapi bukan sumber utama kebahagiaan, punya tempat tinggal, punya harapan, punya mimpi dan lainnya. Intinya memastikan segalanya berlebih atau berhenti di cukup, saya percaya bentuk keberhasilan orang tidak diukur oleh hartanya.

Tolak ukur dalam bertumbuh lainnya adalah mengenai teman hidup, ketika saya mulai menyukai seseorang, tidak lagi ingin beradu terlalu lama di fase "falling in love with people we can't have" yang sebaiknya saya lakukan adalah adalah berprasangka baik padaNya sehingga ketika diujung perjalanan nanti kita tidak berada di muara yang sama, tidak akan menjadi kesedihan. Jangan sampai kebahagiaan dan kesedihan itu ditentukan oleh harapan yang bersandar pada seseorang.

Terakhir. Bertumbuh itu mengajarkan untuk lebih mencukupkan ikatan. Kegagalan tak selalu undangan untuk mencoba lagi, tapi bisa juga undangan untuk mengikhlaskan.

Selamat bertumbuh.

Selasa, 04 Juni 2019

#ramadanharike30 penutup

Semoga Allah berkenaan mempertemukan kita kembali kepada ramadan beserta makna-maknanya, karena saat diri sudah begitu yakin bahwa ini yang terbaik, ternyata ada orang lain yang memperjuangkanmu lebih baik lagi. 

"ya Allah anugarahi kami cintaMu- dan cinta semua yang mencintaiMu, serta mencintai semua amal kegiatan yang dapat mendekatkan kami kepada-Mu".

Senin, 03 Juni 2019

#ramadanharike29 kenapa masih salat

Saya disekolahkan di pendidikan kanak-kanak dan pendidikan dasar berlabel Islam Terpadu. Dari sanalah saya pertama kali tahu kalau shalat itu tiang agama, katanya. Kalau shalatnya benar, niscaya pemahaman dasar mengenai agama sudah benar. Pun di akhirat, katanya, salat adalah amal salih yang pertama dinilai dari seorang muslim.

Beranjak menduduki sekolah menengah pertama dan akhir, pengetahuan saya tentang shalat bertambah. Yah, meski hanya sebatas pemahaman yang dikemas secara kurikulum melalui mata pelajaran PAI. Katanya, secara etimologis shalat itu berarti doa. Katanya, shalat itu menjauhi kita dari perbuatan buruk. Katanya, meninggalkan shalat itu dosa besar, bahkan melebihi zina.

Segala katanya tersebut, hingga memasuki masa remaja, sekadar menjadi bekal di permukaan. Saya tumbuh menjadi muslim dangkal yang memahami salat sebagai usaha masuk surga dan terhindar dari dosa. Barulah setelah beranjak kuliah, saya mulai memahami kembali arti-arti bacaan shalat. 

Saya mulai memahami kembali arti-arti bacaan panggilan shalat (adzan). Saya mulai memahami kembali bagaimana sejarah mula kemunculan adzan dan perintah shalat. Setelah mulai paham, rasanya saya ingin merutuki diri sendiri. Mengatai diri saya sendiri bego. Mengapa tidak dari dulu saya paham Tuhan sesayang ini kepada saya?

Menurut prof quraish shihab salat diibaratkan undangan dari Allah, tidak disampaikan melalui wahyu tapi langsung oleh rasulullah hingga naik ke tingkatan langit ke 7 dan menemui Allah secara langsung, berbincang-bincang dan diputuskan lah salat 5 waktu itu.

Allah wajib disembah menjaga salat berarti mengingat Allah laksanakan salat secara sempurna, sesuai rukunnya, sesuai syaratnya dengan khusyuk bukan sekadar salat tapi laksanakan secara sempurna.

Secara sempurna berarti melakukan dan melaksanakan substansinya, substansinya adalah penghormatan terhadap Allah, kedua tidak memberikan bantuan kepada orang lain sebagaimana kita ingin dibantu Allah ketika kita sedang salat dan mengerjakan kegiatan semasa hidup.

Perasaan ketika kita menghadirkan Allah berarti sedang mencegah kemungkaran, salatlah walau sulit, salatlah walau masih bolong-bolong, salatlah walau hidupmu baik-baik saja, sampai Allah memberikan kita hati kalau salat berarti ingin berada disisiNya selamanya.

Kamis, 30 Mei 2019

Ramadanharike25 evaluasi diri

Kira-kira apa yang sukar diubah dalam diri kita, karakter buruk yang terlalu melekat sampai-sampai dapat memutuskan tali hubungan kepada sesama manusia. 

Ingat-ingat lagi apakah menimbulkan kerugian yang besar pada hatimu yang tiba-tiba di hinggapi penyakit. menurut khalid basalamah terlalu sombong dan terlalu minder adalah akar dari penyakit hati.

Ingat-ingat lagi pembicaraan kita apakah sudah jauh dari gibah yang digambarkan seperti memakan bangkai saudara kita sendiri, kurangi atau bisa hilangkan saja jika sudah ngelantur dan ada hawa nafsu dalam tiap kalimat yang dikeluarkan.

Ingat-ingat lagi kapan terakhir membantu sesama manusia, mengeluarkan sedekah, tidak terlalu kepikiran kalau yang dibantu betul-betul membutuhkan, karena jika sudah ada kategori miskin itu juga berhak dibantu.

ingat-ingat lagi, sudahkah kita mencintai orangtua, atau mengurangi perkataan yang tidak menyenangkan "ahh" atau semacamnya, merendahkan suara, menyayangi nya, dan membantunya sedapat mungkin.

Ucapkan istigfar sebanyak mungkin karena setelah bangun dari tidur kita tidak lebih dari manusia yang bergelimang dosa.

Senin, 27 Mei 2019

#Ramadanharike22 mengugurkan dosa

Saat itu saya mendengarkan ceramah dari ustad khalid basalamah yang mengatakan kalau hati adalah sumber dari pembersihan diri. Jika hati kita bersih maka ikutlah jiwa dan ruh, sebaliknya, jika rusak, rusaklah semuanya. 

Yang membuat dasar itu rusak adalah dosa kita. sudahkah kita sedikit merendahkan hati dengan ilmu yang sudah diterima pada majelis, bangku sekolah, buku, ruang seminar, dan lain-lain.

Prof quraish shihab juga berkata setiap ilmu yang menimbulkan pertentangan jangan ketat-ketat untuk dibenarkan apalagi dipersalahkan. Kembalilah kepada titik temu, jika tidak dipertemukan mari sama-sama berlomba dalam kebaikan.

Apakah saya ini sudah merasa paling berilmu karena tengah melanjutkan studi magister di salah satu universitas negeri di makassar? Apakah saya ini sudah merasa paling benar karena berhijab, salat, puasa, sedekah? Apakah saya ini sudah bisa dikatakan bersih karena hijrah yang saya peroleh? Apakah saya ini sudah merasa paling baik dan hebat dalam menentukan pilihan hidup saya?

Sombong datang dengan sangat halus, jika ilmu terasa tidak membantu datanglah kepada Allah pada hal-hal yang bersifat pokok; rintihan, tangisan, bersifat tunduk, ketakwaan, ketidakberdayaan, lemah. biarlah ilmu menjadi pelengkap saja.

Sabtu, 25 Mei 2019

#Ramadanharike21 menghindari lalai

Semantara itu kata pak ustad di ceramahnya ramadan sisa 10 hari lagi, saya rasanya sesugukan kalau selalu diingatkan ramadan akan berakhir. Cukupkah saya menyimpan Allah di hati ini? Cukupkah  saya mengingatnya selalu? Cukupkah saya menyebah kepadanya?.

Sementara itu saya berharap kepada tuhan agar dibuatkan hati yang tidak lalai yang sebentar-sebentar taat, sebentar-sebentar tidak. Saya takut menjadi manusia yang merugi, takut jika terlalu jauh saya kepadanya sehingga dilirikpun tidak, takut kalau nanti saya masih berburuk sangka sama ketetapan yang jauh dari ekspektasi, saya takut mengutuk diri sebagai manusia penuh sial jika doa saya tidak ada satupun yang dijabah.

Sementara itu. apakah ibadah saya ini masih matrealistik atas iming-iming pahala? Apakah ibadah saya ini atas nama kenikmatan dunia saja? Apakah ibadah saya tidak memperbaiki apapun?.

Kembali ke paragraf dua semoga tuhan berkenaan agar hati saya tidak dibuat lalai, sebentar-sebentar taat, sebentar-sebentar tidak. izinkan hamba menyimpanMu lebih dalam, lebih penuh. Lebih rapat.

Jumat, 24 Mei 2019

#ramadanharike19 Memasuki Dunia Ilmu


  1. Membacalah dengan hati yang tenang. 
  2.  Analisis dengan pikiran yang jernih.  
  3. Teliti dengan baik tentang isi dan maknanya. 
  4.  Pahami kembali metodenya. 
  5.  Amalkan setelah engkau tahu manfaatnya. 
  6.  Kemudian... sadari tidak ada yang engkau ketahui kecuali "sedikit". 

(Dikutip dari power point prof hafied cangara saat berada di dalam kelas dan dalam kondisi Unhas sedang cantik-cantiknya karena cuaca lagi mendung)

Senin, 20 Mei 2019

#ramdanharike15 nikmat dan menikmati

Pernahkah kira bertanya kenapa seseorang mampu merasakan hal yang belum tentu kita mampu? 

Tukang angkut sampah yang tiap hari membawa sampah kita ke tempat pembuangan akhir.

Para pegawai yang tiap hari bangun jam 8 pagi, pulang jam 5 sore, kalau jalanan macet berarti tiba dirumah bisa kemalaman dan sampai dirumah harus berurusan lagi sama keluarga. 

Ibu rumah tangga yang pekerjaan rumahnya tidak pernah habis.

Teman kamu yang bercadar, dengan pakaian tebal dan warna gelap di cuaca yang sudah panas.

Kerja sambil kuliah, yang sama-sama menguras tenaga.

Para ojek online yang alih-alih tidak hanya macet, dan debu tapi juga harus kuat menghadapi rese nya costumer.

Freelancer dan pedagang yang pendapatannya bisa turun drastis.

Sesungguhnya yang menguatkan kita adalah rasa percaya kepada tuhan tentang sebuah nikmat, kepercayaan itu memberikan kita sebuah kenikmatan dan rasa nikmat datangnya dari yang maha kuasa.

 Sungguh, hanya Tuhan yang bisa kasih perasaan nikmat. Sebaik apapun kondisi keuangan, punya rumah bagus, kalau Tuhan tidak kasih rasa nikmat itu, semuanya hanyalah barang semu.

Minggu, 19 Mei 2019

#ramadanharike14 Ketenangan

"Tuhan bersama orang-orang miskin- ananymous"

Aku : 20 tahun mi suami ta jadi tukang potong rumput, lamanyami di', berapa di gajikan sama kantor gubernur?

Daeng Sugi : 1.2 juta, per bulan, saya cleaning servis 850 ribu.

Aku: baru berapa anakta? 

Tante Sugi : Baru dua alhamdulillah

Aku: dua mo tante sugi biar enak atur keuangannya

Tante Sugi: itu juga mauku saya, enakmi kalau dua, semoga nda na kasi goalji bapaknya (sambil tertawa)

Aku: aaamiinn (ikut tertawa)

Setelah percakapan kami berakhir saya jadi kepikiran, bagaimana uang tersebut dapat membantu menghidupi sebuah keluarga yang mana kalau di total bisa dua kali pendapatan saya per bulan. Itupun saya masih berfikir untuk menambah penghasilan karena belum tentu cukup untuk diri sendiri baik kebutuhan sekunder maupun primer, apalagi kalau berkeluarga nanti. 

Yah itu kalau pikiran saya, saya lupa kalau tuhan itu memberikan rejeki pada hambanya dalam keadaan yang tidak disangka-sangka. hanya prasangka saya yang terlalu negatif menilai sebuah nominal itu serta ketakutan saya yang serba tidak cukup. Tokh, anaknya bisa sekolah, kebutuhan nutrisi cukup, berpakaian indah, sehat dan bahagia.

Kuncinya mereka tengah menamatkan sabar dan salat sebagai penolong bahwa kekayaan bukan segalanya tetapi hidup dengan tenang.

Selasa, 14 Mei 2019

#Ramadanharikesembilan, Berbenah diri

sebagai bulan yang selalu ditunggu-tunggu karena rahmat dan kelimpahannya maka bulan puasa adalah moment yang tepat untuk berbenah diri. 

bulan puasa tahun lalu saya berniat untuk tidak pacaran lagi, bukan karena saya ingin menikah, eh saya ingin ding, maksud saya keinginan untuk tidak pacaran adalah agar saya segera menikah, bukan. Tapi lebih kepada mengurangi dosa, sudah lama ingin tapi selalu saja ada laki-laki yang menarik perhatian sehingga gampang terjerumus apalagi pacaran itu asik, ehehe.

Pikiran saya mengenai pacaran masih ada pada menambah masalah, entah itu  dari segi dosa maupun perasaan. Walau saya mudah sekali jatuh cinta tapi saya tidak gampang dibikin nyaman, sehingga kalau saya jatuh cinta pada orang yang membuat saya nyaman, kamu jadi manusia yang membuat hati saya gelap pandang kepada laki-laki lain, kalau putus susah move on nya. Sebermasalah itu.

niat tahun lalu masih terbawa sampai sekarang. saya bahagia alasannya sebelum saya lahir jodoh, kematian, dan rejeki sudah dituliskan, tugas saya sisa berbaik sangka pada yang maha kuasa, dan memperbaiki diri sehingga yang saya dapatkan adalah hasil dari usaha serta cerminan sikap. Dan tahun sekarang mari membuat list kepada diri sendiri untuk selalu berada pada koridor tuhan apapun bentuknya.

sekarang saya ingin lebih melihat salat sunnah dan selalu mengerjakannya karena ia begitu tersembunyi padahal penting sebagai pelengkap hidup layaknya oase ditengah gurun. Kalau hubungan kepada manusia sering kita perbaiki maka hubungan kita pada tuhan jangan sampai di nomorduakan. pelan-pelan saja, apapun yang terjadi di dunia ini pada dasarnya akan kembali kepadaNya.

Senin, 13 Mei 2019

#ramadanhariketujuh Nasihat Kematian

Setiap saya ke masjid guna melaksanakan salat tarawih secara berjamaah, selalu saja saya memperhatikan orang-orang yang ada di dalam, yang mana mereka semua  merupakan tetanggaku.

"Ibu yang itu baru-baru saja anaknya masuk penjara karena begal, ibu yang ini suaminya kena stroke dan harus berhenti kerja sementara dia hanya jualan nasi kuning, oh kakak itu baru-baru saja cerai karena korban KDRT, ibu yang satu ini anaknya meninggal karena nyabu, lho ibu itu istri kedua dari suaminya yang sebentar lagi mau nambah istri ketiga ternyata salat disini, ibu yang sana sudah lama menjanda dan belum punya suami sampai sekarang" gumamku dalam hati.

Jika diperkenankan menanggung cobaan mereka, tentu saja saya tidak kuat, membayangkannya saja sudah ngilu. Betapa hebatnya tuhan yang dapat meneguhkan hati sehingga mereka semua dalam keadaan baik-baik saja dan manusia entah bagaimana caranya sejak dulu kala selalu punya cara-cara untuk bertahan.

namun bertumbuhnya kita perjalanan ini kian bergerak, kami yang hadir di masjid hanya manusia biasa yang akan mati, tidak akan selamanya di dunia, maka permintaan kami hanya seputar di kuatkan di dunia pada cobaan yang getir dan diizinkan mencicipi sebuah surga di sisiNya, kematian itu bisa menguatkan, memang nasihat terbaik adalah kematian.

Sabtu, 02 Februari 2019

bunuh diri

source: thinkstockphotos

Suatu hari pada jarak 100 meter dari rumah saya ada warga yang dikabarkan meninggal  bunuh diri dengan cara gantung diri di dalam kamarnya pada siang hari, dia laki-laki yang sedang duduk dibangku perkuliahan alih alih dia bunuh diri karena tidak dibelikan sepeda motor oleh ibunya yang single parent. Kabar itu sukses membuat saya takut jika melintas di depan rumahnya pasalnya saya juga memikirkan jika jenazah yang bunuh diri pastinya gentayangan, itu yang saya dengar.

Menurut tirto.id pemberitaan yang beredar di Indonesia mengenai bunuh diri merupakan kesalahan dan serempangan karena telah menyederhanakan hal yang berbahaya, seperti pemberitaan tetangga saya hanya persoalan tidak dibelikan sepeda motor nyawanya melayang, penyederhanaan faktor ini seolah menjadi pembenaran untuk mengakhiri hidup. https://tirto.id/bagaimana-seharusnya-media-memberitakan-bunuh-diri-mahasiswa-deW3

Empat tahun lalu, waktu itu saya masih mahasiswa sarjana pertama, gerutu gumam itu adalah sikap dan simpulan saya mengenai bunuh diri. bunuh diri termasuk perbuatan tercela akibat kurangnya pendidikan, faktor ekonomi yang terlalu mencekik, kurangnya pemenuhan kegiatan non-akademis, kurang dekatnya dengan Tuhan dan nilai-nilai agama. begitu lugas, tanpa tawar, atau coba melihat dari aspek mana pun.

Pandangan ini lama-kelamaan luntur ketika saya membaca sebuah blog orang yang profesinya dokter dan menjelaskan detail mengenai depresi, tambah lagi ketika membaca artikel Magdalene, tambah lagi ketika saya mengetahui kalau sakit jiwa bisa diobati pakai BPJS, tambah lagi teman-teman saya yang ingin mati saja karena lelah sama hidup. bunuh diri tidak pernah sederhana, bukan perkara dangkal.

“Saya Kerap Sekali Dituduh Kurang Mendekatkan Diri Kepada Tuhan, Padahal Saya Sendiri Sering Mempertanyakan Kondisi Saya Ini Kepada Tuhan” ujar salah seorang dari artikel Magdalene yang hampir bunuh diri. Sebuah kutipan yang harus kita sadari kalau kaum depresi ternyata tidak butuh nasihat untuk lebih beriman, bahkan tuhanpun mereka pertanyakan. Seolah-olah agama adalah jalan keluar dari setiap persoalan nyatanya bagi orang depresi tidak semudah itu.

Kita hidup di masyarakat di mana curhat dianggap banci, datang ke psikiatri dianggap aib, ekspresi dan katarsis dianggap liberal sehingga bunuh diri adalah cara yang tepat untuk mengakhiri. Saya dan kalian semua tetaplah menjadi manusia yang tinggi iba dan merangkul akan keresahan seseorang, tetaplah menyediakan telinga yang mendengar dan pelukan hangat untuk kawan-kawan kita yang tengah berjuang melawan depresi. 

Untuk teman-teman yang menganggap dirinya tidak berharga dan hina. Hidupmu itu berharga jangan bunuh diri, kamu bisa menguatkan argumen ini kepada surel admin @indopsycare.com atau whatsapp di 081290529034, bisa juga di yayasan pulih, pulihcounseling@gmail.com. Dan ingat tuhan mendengarkan doa hambanya dan kasih sayangnya menyeluruh.

Minggu, 27 Januari 2019

lagu sedih yang wajib kamu dengarkan

gambar dari google

Ai Kawakami menjelaskan musik sedih mampu membangkitkan emosi yang berlawanan. Hal ini karena para peserta penelitian cenderung merasa musik sedih lebih tragis, kurang romantis, dan kurang gembira ketimbang kondisi mereka saat mendengarkan musik tersebut.

Peneliti juga menemukan hal menarik bahwa musik yang dianggap sedih sebenarnya juga menginduksi emosi romantis dan membangun suasana positif. Inilah yang kemudian   membuat beberapa orang menyukai alunan musik sedih. 

Campbell, seorang ahli biologi dalam bukunya, Efek Mozartpun menuliskan tentang beberapa penelitian yang menyatakan bahwa musik ringan dan rileks yang menenangkan seorang bayi, ternyata juga memiliki efek serupa jika diberikan pada hewan. Tumbuhan juga bereaksi terhadap musik. Beberapa penelitian menemukan bahwa terdapat perbedaan signifikan antara pertumbuhan tumbuhan yang diiringi musik dan tanpa diiringi musik. 

“take a sad song and make it better”begitu sepenggal lirik dari lagu the beatles yang kiranya memang benar adanya menurut studi literatur yang kubaca, lagu sedih tidak selalu melankolis, yang akan di bagikan sekarang adalah lagu yang memberikan kekuatan positif di penggalan-penggalan liriknya yang menjerit hati, yang  selalu ku putar berulang-ulang, mampus kau dikoyak-koyak emosi. berikut beberapa nada minor tersebut;

Stars and Rabbit- Man Upon The Hill

Pertama kali mendengarkan lagu ini saat saya lagi berlibur di salah satu pulau di Pangkep yang namanya Panambungan,bangsatnya teman saya memutar lagu ini berulang-ulang bersamaan terdengar suara ombak, malam hari , dan angin malam yang sejuk, tiba-tiba saya sesegukan diatas hammock. Ada sesuatu yang menganggu, ada kecewa yang dipatahkan berkali-kali, ada tenaga yang sudah malas untuk berdiri, tapi  suara Elda ini menyuruh saya untuk bahagia di lain sisi saya melihat usaha-usaha saya yang tidak pernah dikesampingkan tuhan.

Imogen Heap-Hide and Seek

Lagu ini selalu terngiang jika saya ulang tahun karena akan bertambah umur, ada keinginan untuk tidak selalu menyusahkan orangtua dan orang terdekat, ada tubuh yang selalu menua, ada harapan yang selalu tinggi, ada kematian yang selalu mendekat, apalah saya ini tanpa tuhan, rasanya seperti ongkahan busuk dan basi, tapi saya masih di bumi langkah-langkah saya merupakan pertanggungjawaban atas diri saya sendiri.

Coldplay-O

Saya butuh jeda, oksigen, dan ketidakpedulian, somehow kita menginginkan ini, jangan lupa.

The Temper Trap- Fall Together

Kalian harus mendengarkan lagu ini versi akustikannya, ketika saya merasa hancur dan gagal saya percaya selalu ada orang-orang yang akan menyayangi dirimu tanpa diminta, lagu ini meminta saya untuk selalu mencari dukungan kepada siapapun bahkan orang asing  sekalipun, jangan selalu merasa sendirian.

Kunto Aji- Sulung

Kunto aji dengan nasehatnya yang berulang-ulang, seperti mantra yang harus diucapkan tiap pagi, dibawah pergi, dan disimpan ditempat yang aman “yang sebaiknya kau jaga adalah dirimu sendiri’.

Nadin Amizah- Sorai

Nadin menamai lagu-lagunya sebagai anak, anak yang ia ciptakan ini mampu membuat saya nangis tidak karuan, karena kata “sorai”. adakalanya cintamu memang tidak selalu mulus, ada yang dikira mampu bertahan, ada yang dikira sudah menetap, ada yang dikira sudah berhasil menamatkan kekurangan, ternyata belum mampu. Yang perlu disyukuri adalah “mungkin akhirnya tak jadi satu, namun bersorai pernah bertemu”.

Jumat, 25 Januari 2019

predeterminasi

 Tadi malam saya bermimpi aneh, di mimpi saya itu, saya sedang sakit, rasanya nyeri sekujur tubuh, lalu saya dan ibuku pergi kerumah sakit, konsultasi, dokter memvonis, dan saya takut sekali karena terlalu nyata disebut mimpi

saya mencoba tersadar ternyata masih mimpi, mencoba lagi ternyata masih mimpi, mencoba lagi ternyata masih mimpi. sampai saya berharap semoga saya terbangun dan ini benar-benar mimpi, lalu saya memejamkan mata dalam mimpi itu, mulai mengatur napas dan berharap kalau memang itu mimpi saya segera terbangun.

Hingga terbangun saya di tempat tidur, dikamar yang gelap, masih dini hari,masih dengan nyeri yang sama, takut yang sama, saya memeriksa tubuh ini dengan tertib dan pelan lalu bersyukur bahwa saya baik-baik saja. kembali berdoa yang banyak-banyak dan tidur.

Biasanya kalau mimpi begini saya punya teman cerita yang bisa mendengarkan tanpa interupsi, menenangkan, baku telfon sampai saya ketiduran dengan lelap, dan mengartikan kalau diam itu adalah bicara, susah sekali mencari makhluk seperti ini di jaman sekarang. Ngomong-ngomong selamat ulang tahun bahagia selalu 

Rabu, 16 Januari 2019

menjadi 25

"Gue punya hipotesis bahwa orang yang cenderung bigot atau berpikiran tertutup itu pada dasarnya hanyalah seperti OKB alias orang kaya baru yang masih butuh afirmasi publik: beli iPhone logo Apple-nya gaboleh ketutup casing, beli mobil warna emas, dst." Ujar afutami dimuat dalam twitternya

"Seperti OKB, orang yang baru punya ilmu atau baru paham sebuah 'isme' yang kayaknya menjawab banyak pertanyaan-pertanyaan filosofis dalam hidupnya selama ini, langsung menemukan urgency bahwa orang lain harus dapet enlightenment yang sama (niatnya baik)"  lanjutnya

Menjadi 25 tentu saja keinginan saya sejak lama tapi terlalu rumit untuk dijalani, karena sudah memasuki hidup yang krisis akan cinta dan karir. Untuk itu keinginan saya selalu saja ingin menjadi manusia yang rendah hati, melihat segala sesuatunya dengan bijak. tidak ingin terlihat lebih.

Memahami orang yang tidak setuju sama feminsime, memahami perbedaan politik,  perbedaan agama, memahami orang yang tidak baca buku, memahami selera musik yang menurut saya tidak banget, memahami orang yang berpoligami,  saya ingin menjadi manusia yang menilai sesuatu yang dulunya "tidak banget" menjadi "biasa saja" yang menurut saya menyimpang sehingga tidak ada lagi kesombongan intelektual.

Kalau dipikir-pikir akan jadi sulit, karena sombong datang dengan cara yang sangat halus, diperlukan belajar yang lebih agar supaya tetap kelihatan bodoh.

  • Lebih sehat dan paham sama tubuh sendiri
Memasuki usia 25 mempunyai alaram tersendiri bagi tubuh, saya mau berterimakasih sama tubuh saya yang sudah kuat walau diasupi macam-macam. Harus lebih sehat lagi pola makannya, mengurangi makan yang tidak butuh-butuh amat untuk diasupi, memperhatikan gizi dan lebih giar olahraga nya biar jiwa tetap waras.

  • Lebih dekat dengan yang maha kuasa

Yang terakhir dan utama, saya mau hati saya ini masih mendengarkan lirih yang baik oleh bisikan tuhan, tidak tertutup, sesungguhnya apalah saya ini tanpamu. Mempercayakan apa-apa kepadanya, tidak meninggikan harapan kepada cita-cita dan asa sehingga kalau tidak terjadi saya tidak menyalahkan tuhan, sesungguhnya saya juga takut kalau tidak lagi bersandar kepadanya.

Begini-gini saja

Setelah hura-hara PPN 12% tidak jadi naik, saya sebagai warga indonesia bukannya menjadi tenang tapi geleng-geleng. Karena ada yang sudah me...