![]() |
| sumber: pinterest |
Tempat yang aku suka adalah pemakaman dimana aku bisa mendapatkan uang seribu-duaribu-tigaribu- empatribu-limaribu.
Sudah sangat lama melakoni pekerjaan ini dari mulai tanah kosong sampai akhirnya mendekati full, aku dan teman- teman bekerja sebagai ojek payung di siang hari dan ojek senter di malam hari, tahukah kamu tidak ada jenazah yang di kubur di pagi hari, Sehingga pekerjaanku ini bisa bangun kesiangan.
Ninuuu ninuuu ninuuu suara ambulance bersahutan, rejeki berhamburan untukku.
"sarii aku mau yang bapak-bapak itu, bapak-bapak lebih mudah beri uang" ujar risna, dengan payungnya yang dua kali lebih besar daripada tubuhnya.
"pergi aja" kataku.
Aku orang yang tidak terlalu berburu sesuatu, taktikku lebih tenang untuk memilih kemudian memaksa.
Bertemu mayat tidak menjadi hal yang menakutkan dan sendu bagiku rasanya biasa-biasa saja. kain kafan, mayat, keluarga yang menangis, ambulance, mobil, motor dan manusia-manusia. Aku Bisa menceritakan berbagi ragam jenazah dan keluarganya yang kupelajari.
1. Jenazah beserta keluarga mereka yang kaya raya terlihat dari merek mobil yang mereka kendarai biasanya merek mobil itu sangat asing kulihat dan tentu saja pendapatan yang kuraih, mereka rela-rela saja memberiku uang tanpa kembalian.
2. Jenazah yang dibungkus satu set stelan jas tutup seperti pengantin dengan pengantarnya yang elegan , banyak hamparan bunga-bunga serta barang-barang mewah yanh haha sedikit lagi akan ku bawah dan kujadikan koleksi.
3. Masih dengan kain kafan dan isak tangis tapi ada sesuatu yang beda, mereka membawa makanan seperti sesajen, yeah kami akan kenyang setelah mereka pulang.
4. Ada pula yang pengantarnya sepi entah mereka begitu malas atau yang meninggal adalah manusia yang jahat, seperti kata orang-orang.
Beberapa jenis ini mereka semua di derai isak tangis dari keluarganya dan aku begitu muak mendengarkannya meraung-raung padahal jenazahnya kelihatan bersih dan baik- baik saja.
Kenapa semua tidak menjadi aku yang orangtuanya terbunuh Dan dikubur tanpa kain kafan sampai sekarang kuburannya tidak kuketahui mencari tahu pun aparat kemanan tidak ingin turun tangan.
Sayangnya Tetanggaku terkena amnesia mendadak, kakakku di perkosa hingga gila dan masih tetap di perkosa oleh penjaga rumah sakit jiwa sampai jiwanya tidak merasakan punya jiwa, aku juga sebagai korban yang masih menikmatinya sampai sekarang.









