Saya disekolahkan di pendidikan kanak-kanak dan pendidikan dasar berlabel Islam Terpadu. Dari sanalah saya pertama kali tahu kalau shalat itu tiang agama, katanya. Kalau shalatnya benar, niscaya pemahaman dasar mengenai agama sudah benar. Pun di akhirat, katanya, salat adalah amal salih yang pertama dinilai dari seorang muslim.
Beranjak menduduki sekolah menengah pertama dan akhir, pengetahuan saya tentang shalat bertambah. Yah, meski hanya sebatas pemahaman yang dikemas secara kurikulum melalui mata pelajaran PAI. Katanya, secara etimologis shalat itu berarti doa. Katanya, shalat itu menjauhi kita dari perbuatan buruk. Katanya, meninggalkan shalat itu dosa besar, bahkan melebihi zina.
Segala katanya tersebut, hingga memasuki masa remaja, sekadar menjadi bekal di permukaan. Saya tumbuh menjadi muslim dangkal yang memahami salat sebagai usaha masuk surga dan terhindar dari dosa. Barulah setelah beranjak kuliah, saya mulai memahami kembali arti-arti bacaan shalat.
Saya mulai memahami kembali arti-arti bacaan panggilan shalat (adzan). Saya mulai memahami kembali bagaimana sejarah mula kemunculan adzan dan perintah shalat. Setelah mulai paham, rasanya saya ingin merutuki diri sendiri. Mengatai diri saya sendiri bego. Mengapa tidak dari dulu saya paham Tuhan sesayang ini kepada saya?
Menurut prof quraish shihab salat diibaratkan undangan dari Allah, tidak disampaikan melalui wahyu tapi langsung oleh rasulullah hingga naik ke tingkatan langit ke 7 dan menemui Allah secara langsung, berbincang-bincang dan diputuskan lah salat 5 waktu itu.
Allah wajib disembah menjaga salat berarti mengingat Allah laksanakan salat secara sempurna, sesuai rukunnya, sesuai syaratnya dengan khusyuk bukan sekadar salat tapi laksanakan secara sempurna.
Secara sempurna berarti melakukan dan melaksanakan substansinya, substansinya adalah penghormatan terhadap Allah, kedua tidak memberikan bantuan kepada orang lain sebagaimana kita ingin dibantu Allah ketika kita sedang salat dan mengerjakan kegiatan semasa hidup.
Perasaan ketika kita menghadirkan Allah berarti sedang mencegah kemungkaran, salatlah walau sulit, salatlah walau masih bolong-bolong, salatlah walau hidupmu baik-baik saja, sampai Allah memberikan kita hati kalau salat berarti ingin berada disisiNya selamanya.