Minggu, 25 Agustus 2019

5 Tempat Merenung dan Menangis Terbaik di Makassar

Mark Manson mengajak kita untuk mengerti batasan-batasan diri dan menerimanya. Baginya, inilah sumber kekuatan yang paling nyata. Saat kita mampu mengakrabi ketakutan, kegagalan, dan ketidakpastian.Tepatnya saat kita berhenti melarikan diri dan mengelak, dan mulai menghadapi kenyataan-kenyataan yang menyakitkan. 

Untuk menghadapi kenyataan yang menyakitkan itu, kita butuh untuk merenung, bercerita lebih banyak dalam diri sendiri, setidaknya mari menyediakan waktu untuk hal kecil yang kadang terlupa. Blog saya akan membantu kalian menemui tempat ternyaman melakukan hal-hal ini. 

Ajak pendengar terbaikmu atau duduklah sendiri:

TanaMera

sumber: emaronie.com

Terletak di jalan tanjung bunga, tepatnya di dalam mall pipo. Mereka punya minuman terhandal cold white coffee, bagiku yang tidak terlalu kuat kafein ini enak sekali dan cocok untuk jantungku. Nuansa hitam dan merah, AC yang dingin,  serta playlist yang bagus membuat kalian betah duduk berlama-lama, kalau duduk disni kalian juga akan mendapatkan aroma-aroma asinnya laut.

Coffee lovers
sumber: marga.net
Di makassar banyak cabangnya, yang terbaik adalah di  tengah ruas utama jalan Urip Sumoharjo, apalagi kalau lagi hujan, uhh asli tidak mau pulang, makanan dan minumnya enak-enak semua, kalau favorit saya itu hot chocolate dan hot cappucino. Tempat yang luas membuat kalian lebih nyaman untuk menangis hahaha  soalnya tidak kelihatan, saya juga senang sama pelayanannya mereka ramah dan masa bodoh kalian mau ngapain, asal jangan cari keributan saja.

Rumah Kecil (rucil)

sumber: travelingyuk.com

Kafe outdoor ini Letaknya berada di Jalan Antang Raya Pannara, lorong 100 Makassar. Sesuai namanya yah, rucil jadi tempat parkir kalau mobil susah sekali, diwajibkan datang disini  pakai kendaraan bermotor. Kadang kalau capek liat manusia disini bisa lebih semangat karena banyak hewan yang mengemaskan, kucing dan bebek adalah favoritku! Selain itu ada anjing, ayam, ikan lele, gagak, dan masih banyak lagi. Nuansa outdoornya serta remang-remang empuknya membuat ceritamu akan semakin lebih dalam terbawa suasana dan lebih worth it kalau kesini  ajak teman.

Kantin Kantor Gubernur

sumber:tribuntimurnews

Letaknya masih di Urip Sumoharjo, karena banyak pohon rindang dan makanan minumannya enak-enak. Tempat ini paling baik untuk merenung. Kalau kesini waktu-waktu terbaik berada di pagi dan sore hari. Ini memang tempat kerja saya ahahahak, tapi seumur-umur saya baru menemukan kantin ternyaman sepanjang masa. Teman yang kuajak kesini selalu berhasil mengatasi kegundahan dalam dirinya, sungguh magis



Pantai Akkarena

Terletak di jalan tanjung bunga, Akkarena the last for the best tempat ternyaman merenung dan menangis, disambut sama suara ombak, dan senja yang aduhai, datang saja di sore hari sampai malam tetap indah kok. Jangan lupa beli cemilan diluar saja, karena harga makanan di dalam tidak masuk akal mahalnya. Jangan datang di musim penghujan, karena ini pantai. ditempat ini juga serasa tuhan itu berada sejengkal diatas kepala, kesannya kalau ngomong bisa sambil berdoa. 

Rabu, 07 Agustus 2019

Bertumbuh

Ketika mulai bertumbuh ternyata melihat dunia itu semakin luas, dan tidak ingin mengetahui lebih banyak lagi. Hanya keadaan memang sering memaksa untuk lebih paham sama hidup. saya baru mengerti yang tidak ingin saya mengerti, seperti ;bayar pajak, tugas-tugas pemerintahan, politik, jejaring media, sampai menjadi warga negara Indonesia yang baik.

Diri ini tengah melakukan keputusan-keputusan secara sadar. Menetap atau meninggalkan. kadang terbentur antara realistis dan idealisme sendiri. Kadang juga saya terharu sama pencapaian-pencapaian yang sudah selesai dengan tuntas disertai perasaan bahagia. Rumit juga ternyata menjadi dewasa ukuran umur biologis, ketika lebih ditelaah tumpuan-tumpuan terasa ringan berkat zona nyaman. 

Saya tidak mengerti sama motivator yang menyuruh orang lain untuk meninggalkan zona nyamannya atas dalih kita ini insan bukan seekor sapi sedangkan garis finish dari hidup ini adalah mencari kenyamanan. punya uang itu penting tapi bukan sumber utama kebahagiaan, punya tempat tinggal, punya harapan, punya mimpi dan lainnya. Intinya memastikan segalanya berlebih atau berhenti di cukup, saya percaya bentuk keberhasilan orang tidak diukur oleh hartanya.

Tolak ukur dalam bertumbuh lainnya adalah mengenai teman hidup, ketika saya mulai menyukai seseorang, tidak lagi ingin beradu terlalu lama di fase "falling in love with people we can't have" yang sebaiknya saya lakukan adalah adalah berprasangka baik padaNya sehingga ketika diujung perjalanan nanti kita tidak berada di muara yang sama, tidak akan menjadi kesedihan. Jangan sampai kebahagiaan dan kesedihan itu ditentukan oleh harapan yang bersandar pada seseorang.

Terakhir. Bertumbuh itu mengajarkan untuk lebih mencukupkan ikatan. Kegagalan tak selalu undangan untuk mencoba lagi, tapi bisa juga undangan untuk mengikhlaskan.

Selamat bertumbuh.

Begini-gini saja

Setelah hura-hara PPN 12% tidak jadi naik, saya sebagai warga indonesia bukannya menjadi tenang tapi geleng-geleng. Karena ada yang sudah me...