Setelah menjadi ibu ada hal baru yang saya pelajari di diri ini tentang sebuah doa dan kematian.
Ketika saya mendoakan orang spesial di hidupku, orangtua, keluarga, teman. Suami, bahkan diri sendiri selalu di sisipkan kata semoga Allah mematikan kami dalam keadaan khusnul khatimah dan ditempatkan disisiNya sebuah surga.
Tapi doa ini tidak bisa saya panjatkan ke anak saya…, sekarang saya mengerti kenapa cinta orangtua itu besar sekali kepada anaknya, saking besarnya definisi cinta itu selalu habis ke anak sendiri. Bagaimana lidah ini berat untuk mendoakan kematian anak sendiri, saya mau anak saya panjang umur, bahagia, sehat selalu ketidakmampuan saya ini biarlah lidah anak saya sendiri yang mendoakan kematiannya.
Saya juga teringat dengan tetanggaku yang anaknya meninggal. Tiap minggu dia melakukan siarah kubur untuk mendapatkan kata ikhlas di hatinya, ibunya menangis tersedu-sedu dan minta maaf sama anak sendiri karena dirinya masih hidup sampai sekarang, rasa bersalah itu setelah menjadi ibu akhirnya bisa juga kurasakan.
Cinta ibu ke anak memang tidak pernah habis. Bahkan ibu sayapun tidak pernah mendoakan kematian anaknya.
Lalu tuhan, kumohonkan agar anakku tumbuh menua dan bahagia.