Kamis, 23 Juli 2015

Kira-kira apa upaya kita untuk menjauh kepadaNya sedang dia sangat mencintaimu lebih baik dari apa yang kau rasakan?

Allah swt lebih mengetahui apa yang ada di hatimu, pikiranmu, maupun apa yang belum kita pikirkan.

Seperti penggalan adzan subuh ini

اَلصَّلاَةُ خَيْرٌ مِنَ النَّوْم
(salat lebih baik daripada tidur)

Bukankah hanya adzan subuh saja ia di kumandangkan. Bagaimana manusia pasti akan sulit melakukannya, akan....

Senin, 13 Juli 2015

Ramadan ke 26

Pada awalnya saya mengamati lalu mencerna nya dengan sangat hati-hati kemudian menuliskannya disini

Sering kita merendahkan pekerjaan satu sama lain, bukan hal yang bawahan, ke menengah, menengah ke atas, tetapi pekerjaan yang se balance nya. Namun beda devisi atau apalah istilahnya. Saya yang masih status mahasiswa, bukan orang yang disinggung tetapi merasa jengkel

Iya, kita di hadapkan dengan beda tempat, jabatan, dan cara, barangkali disana kita memakai fasiltas yang memadai dan terlihat mewah sedang disini sebaliknya. Hal materi titik beratnya sama.

Merendahkan, atau mengolok-olokan pekerjaan bukan hal yang patut dilestarikan, saya rasa mereka mempunyai porsi kebahagiaanya tersendiri. Bahagia itu soal rasa.

(ditulis ketika sedang magang dan menunggu di ruangan DPRD)

Minggu, 12 Juli 2015

(?)

Di 5w+1h, kapan adalah tanya yang begitu mengilukan ketika kita sedang menerima pertanyaan-pertanyaan sensitif yang di lontarkan manusia secara berulang-ulang. Lalu membuatmu begitu muak untuk menjawab karena mereka Keterlaluan menuduhmu

Bagaimana rasanya di tanya, kapan dapat kerja? Padahal kita lagi sedang sibuk-sibuknya untuk melamar sana-sini di perusahaan yang di inginkan dengan usaha semaksimal mungkin.

Bagaimana rasanya di tanya, kapan menikah? Padahal diri ini sedang dalam proses mencari dan memperbaiki diri. Atau menangis karena yang datang hanya sebatas singgah

Bagaimana rasanya di tanya, kapan lulus kuliah? Padahal kita lagi mengusahakan diri untuk cepat sarjana dengan banyaknya tuntutan dari fakultas itu sendiri atau kalian belum mengetahui motivasi mereka untuk memperlambat diri di jalur akademik

Bagaimana rasanya di tanya, kapan dapat momongan? Padahal kita rasanya sangat kecewa melihat testpack yang hasilnya masih saja negatif

Bagaimana rasanya ditanya, kapan dapat cucu? Padahal kita lagi mengusahakan dengan doa untuk anak kita,mengajarkan dan memberikannya arahan.

Sebagai manusia yang berpendidikan kita butuh untuk mengetahui bahasa non verbal dari tubuh seseorang, jika kalian bertanya atas dasar penasaran berhentilah mencari tahu. Karena ukuran untuk kapan hanya dapat diusahkan tuhan lah yang menentukan

Untuk menjawab semua ini saya mengambil kata kakak sepupu saya.

"ketika kita sudah tidak mampu lagi untuk menyelesaikan segala sesuatu  tuhan tidak menyuruhmu mencari hingga penat tetapi jadikanlah sabar dan salat sebagai penolongmu"

( ditulis ketika 25 ramadhan habis sahur dan lagi kangen berat sama seseorang  yang tidak membuatmu gelisah)

Begini-gini saja

Setelah hura-hara PPN 12% tidak jadi naik, saya sebagai warga indonesia bukannya menjadi tenang tapi geleng-geleng. Karena ada yang sudah me...