Rabu, 09 Desember 2020

Pelajaran Hidup Untuk Usia 26 Tahun (Last)

 21. menikmati menjadi sendiri

belajar menjadi nyaman sama diri sendiri, kalau bisa nonton sendiri, makan sendiri, shopping sendiri, olahraga sendiri.  lakukan. belajar menikmati kesunyian jadi suatu saat kamu mengerjakan sesuatu tanpa bantuan orang lain kamu menjadi pribadi yang tidak apa-apa dan bisa. belajar untuk tidak bergantung dengan orang lain untuk menjadi bahagia. orang yang tidak bisa bahagia dengan dirinya sendiri tidak akan bisa menemukan kenyamanan dengan orang lain.

 

22. take care of your space

keluarga, sahabat, pasangan kalau memiliki relasi yang tidak toxic coba lebih perhatian dengan apa yang sudah kamu bangun dan punya saat ini. lebih peduli, lebih terbuka uluran tangan nya kalau mereka lagi membutuhkan, lebih banyak menjadi pendengar yang baik untuk mereka. coba perhatikan sekelilingmu baju yang kamu pakai, kamar mu, kalau sudah tidak dipakai sumbangkan, kalau berantakan dirapikan. 

 

23. berhati-hati dengan apa yang kamu katakan.

pernyataan klise fitnah lebih kejam daripda pembunuhan thats so right, berapa banyak orang frustasi karena perkataan kamu dengan orang lain gara-gara diksi nya kurang santun. atau berapa banyak orang yang jadi benci sesuatu karena perkataanmu yang mengadu domba. atau berapa banyak hati orang lain menjadi sakit gegara kata. belajar merasa hati orang lain, jangan terlalu egois asal sudah melontarkan dan kamu nya aman, cukup, perkataan itu seperti boomerang akan kembali ke diri kita dan bakalan menjadi lebih buruk. orang-orang yang mudah berkata tidak mengenakan kadang yang tidak bisa menghargai dirinya sendiri

 

24. memasak

hal penting selanjutnya adalah belajar masak, ini sebagai mekanisme untuk bertahan hidup dan menghargai apa yang menjadi asupan di tubuhmu. mengolah bumbu dapur, melihat perbedaanya, memperhatikan bahan-bahan yang kamu gunakan, suatu hari kalau kamu merantau di pedalaman tubuhmu tidak bakalan sibuk untuk membeli makanan diluar.

 

25. manajemen emosi

inhale... exhale.... ini pelajaran hidup yang rada sulit. coba sesekali untuk mengontrol amarah yang mau meletup, mengendalikan sifat setan yang ada dirimu, setiap manusia memiliki sifat setannya masing-masing, kalau lagi marah ingat-ingat saja kebaikan yang pernah orang itu lakukan, saya lagi belajar bagaimana mengambil jeda sedikit saja setelah semua meredah dan sudah bisa diatasi baru angkat bicara agar segala sesuatu termanajemen kan, kalau terlalu banyak rugi nya jangan ambil pusing tinggalkan, kalau masih bisa diperbaiki, bicarakan bangun lagi komunikasi yang baik. jangan jadi benci.

 

26. bersyukur

Lastly, be grateful for your current position in life. Untuk semua kebaikan dan keburukannya, kebahagiaan dan kepedihannya. Hidup itu hanya sekedar menikmati dan mensyukuri kebahagiaan sembari mengatasi dan melewati kesulitan.

Senin, 07 Desember 2020

Pelajaran Hidup Untuk Usia 26 Tahun (2)

Padahal kemarin bilangnya tidak ingin procasting tapi terjadi lagi, banyak sekali kejadian-kejadian di 2020 yang membuat saya bekerja lebih cepat. Menyelesaikan studi dan menikah keduanya berlangsung secara bersamaan jadi penundaan ini cukup lama eh terlalu lama ding, baik saya lanjut pelajaran hidup berikutnya. 

 

11.Tidak apa-apa bersedih

bukan menerima tapi sedih memang pasti akan datang. Justru setelah saya paham konsep roda berputar ini, saya lebih menghargai dan menikmati saat-saat bahagia datang. saya tidak lagi mengkhawatirkan saat sedih itu datang because it will come indeed. I am content in the now situation, not worrying about the sadness because I know when sadness comes, it is also normal. It just the cycle we all need to learn to navigate. Kalau mau dilihat baik-baik, dunia ini menawarkan banyak kebahagiaan yang nggak ada artinya hanya DEMI untuk merasa bahagia. Saking bahagia itu adalah keharusan di masyarakat, diciptakan begitu banyak candu untuk menipu otak kita bahwa kita adalah orang yang bahagia, meskipun hanya untuk beberapa saat.

Sekarang saya bener-bener bisa menghargai tiap kali ada momen ngerasa bahagia. Saya juga lebih mudah merasa bahagia akhir-akhir ini. Little things cheer me up already. lebih menikmati ke perasaan bahagia dan lebih sabar ke perasaan sedih saat mereka datang.

 

12. Sabar

 Menjadi lebih sabar mengharuskan kamu membuka hati pada saat sekarang, bahkan bila kamu tidak menyukainya, kesabaran juga mengharuskan kita melihat ketidakbersalahan pada diri orang lain, semakin sabar, kita semakin dapat menerima hidup ini apa adanya, bukan semakin memaksakan hidup ini persis seperti kita kehendaki. Kesabaran itu seperti menambahkan dimensi ketentraman dan rasa menerima.dimensi yang sangat penting bagi ketenangan batin.

 

13. The art of saying no

Setelah belajar menjadi orang yang agak tegaan saya seperti membebaskan jiwa yang terbelengu karena faktor budaya yang salah kaprah. Sejak jaman nenek moyang  berkata tidak itu seperti melakukan hal yang salah dan tidak sopan, apa-apa harus iya padahal keinginan terbesar yah tidak mau. Somewhere I believe this, no is a decision, yes is responsibility. saat kamu mengiyakan sesuatu, kamu membuka satu pintu dan menutup pintu yang lain. Berbeda saat kamu mengatakan tidak ke sesuatu, kamu menutup satu pintu dan masih memiliki kesempatan untuk mengeksplorasi pintu-pintu yang lain.

 

14. Baca Buku

Semakin naik tahun tingkat baca buku saya menurun, karena faktor teknologi dan media sosial yang memanjakan, klik,klik sudah bisa di baca, di nonton. Tapi tidak jangan, jangan diteruskan. Membaca buku itu mengajarkan kamu untuk bisa fokus dan diam mengerjakan satu tugas saja. Andit is hard, bahkan untuk saya yang SUKA baca buku aja, di masa ini membaca buku selama 15 menit tidak terganggu sama sekali sudah sulit. Membaca buku juga mengajari kamu menjadi pembicara dan pendengar yang baik. Kamu bisa menulis dengan baik dan kecenderungan untuk berargumen kosong atau tidak logis seperti orang-orang yang banyak di Twitter juga berkurang. Membaca buku menjauhkan kamu dari kebodohan di kehidupan sehari-hari.

 

15. Sedekah

Selain salah satu rukun islam, mengasihi orang lain juga menyenangkan lebih melatih kepekaan dan memberi kita ruang sebagai makhluk sosial yang memang butuh manusia dan saling membutuhkan. Memberi kepada orang lain yang menurut kita pantas untuk dibantu, mengeluarkan sepersen dari hasil pendapatan sebulan tidak banyak beberapa saja. 

 

16. Belajar melepaskan dan merelakan 

 Bagi kebanyakan orang, salah satu aspek yang paling membuat frustasi adalah tidak mampu memahami tingkah laku orang lain, kita mengangap tingkah laku orang lain “bersalah” ujung-ujungnya kamu yang kecewa, belajar untuk tidak terlalu erat mengenggam bila seseorang bertingkah aneh. Cobalah melihat ketidak bersalah dalam tingkah laku nya.

 

17. Lebih tenang

Ada banyak teknik untuk menenangkan pikiran seperti refleksi, bernapas dalam-dalam, kontemplasi, visualisasi, shalat, meditasi, yoga, naik gunung segala teknik yang membuatmu merasa tenang, aplikasikan.setidaknya 5-10 menit di dalam pikiran, ini dapat membantu kamu melatih pikiran sendiri untuk menjadi tenang dan hening. Keheningan ini dapat dimasukkan kedalam hidup sehari-hari, setidaknya bisa tidak terlalu reaktif dan lekas marah sama hal-hal yang tidak terlalu penting masalah kecil bukan sebagai keadaan darurat.

 

18. Jangan memusingkan hal-hal kecil

 Kapan nikah? Kapan punya anak? Kapan mati? Kapan kerja? Sering kali kita merisaukan hal-hal yang setelah kita amati lebih dalam, ternyata bukanlah masalah berat, jalan ceritanya sisa tunggu giliran yang telah diatur sama tuhan, selama manusia itu masih bergerak dan mengerakan, takdirmu tidak bakal begitu-begitu saja, begitu banyak orang yang menghabiskan energi untuk memusingkan hal-hal kecil sehingga mereka sama sekali kehilangan sentuhan dan keindahan hidup. Energy kita akan jauh lebih bermanfaat kalau digunakan untuk menjadi orang baik hati dan lebih mengapresiasi pencapaian.

 

19.Hidup adalah ujian

 Bila kita melihat hidup ini tantangan sebagai ujian, rangkaian ujian, kita mulai melihat tiap masalah yang kita hadapi sebagai kesempatan untuk berkembang, entah kita dibanjiri masalah, tanggungjawab, atau bahkan hambatan yang tak dapat diatasi, kalau melihat hidup sebagai ujian otomatis kita akan mengatasi apa yang menantang, kamu jauh lebih bisa menerima segala sesuatu sebagaimana mestinya.

 

20. Penerimaan atau penolakan itu sama

 Adalah cara untuk mengingatkan diri kita akan kata-kata klise bahwa kita tidak akan bisa menyenangkan hati setiap orang setiap saat. Kenyataannya setiap orang memiliki susunan gagasan sendiri untuk mengevaluasi hidup, dan gagasan kita tidak selalu cocok dengan gagasan orang lain. Semakin cepat kamu menerima dilema yang tak terelakkan ini, bahwa tidak selalu diiyakan oleh orang lain yang kita temui, semakin mudah hidup kita jadinya.

Rabu, 22 Juli 2020

Pelajaran hidup untuk usia 26 tahun

Setelah membuka blog, membaca tulisan lama, dan memulai mengumpulkan niat untuk menulis lagi saya menyadari tulisan di blog ini adalah energi-energi yang kuat, energi  ini akan terkumpul kalau perasaan saya lagi sedih. Kenapa saya bisa menulis kalau lagi sedih? I do not understand. Mood saya enaknya di perasaan seperti ini, sedih yang sebenarnya bukan untuk ditangisi, saya mengistilahkan sebagai “sedih-sedih enak” . sedih yang membuat dirimu sedang akan berkembang menjadi yang lebih baik, sedih seperti berada ditengah ayat “setelah kesulitan ada kemudahan” . yah saya tidak terlalu sulit dan saya juga tidak terlalu diberikan kemudahan.

Menginjakkan kaki sampai berusia 26 tahun adalah prestasi kalian yang barangkali belum merasakan ini tapi saya sudah mengalamnyai izinkan saya untuk mengajarkan kalian, 26 yang barangkali belum pernah kalian temukan dan boleh jadi saya tidak menuntaskan sampai selesai. Tapi izinkan saya ehehehe.

1.     Jangan mengejek
Belajar untuk tidak mengejek apapun, kadang saya merasa mengasihani orang-orang yang pekerjaan di bawah saya, atau merasa bersyukur dengan melihat orang-orang dibawah saya, tapi ini terlalu egois. Kesannya saya lagi mengejek kehidupan mereka. Mereka adalah orang-orang yang tidak ingin jadi saya, untuk apa belajar bersyukur dari mereka, padahal mereka bersyukur tanpa harus melihat yang ada dibawahnya. Bahagia memang tidak diukur dengan materi, ketenangan hati itu  rasa cukup, yah untuk apa, belum tentu rasa saya ini cukup. Bersyukur karena rasa kecukupan, ternyata rasa cukup itu datangnya sulit, banyaknya gaji belum tentu cukup, sedikit nya gaji belum tentu cukup. Berdoa rasa cukup tetap ada dihati.

2.     rendah hati
tidak melakukan pembelaan diri tapi tidak juga menjatuhkan diri, rendah hati pelajaran hidup yang di pelajari sampai mati, saya ingin hati saya bisa teduh, bisa meneduhkan untuk orang-orang yang berada di sekitar saya, orang yang tuntas merendahkan hatinya menurutku yang tuntas dengan kehidupan. Orang-orang yang mengerti bahwa roda kehidupan selalu berputar, orang-orang yang  dapat mengelola emosinya dengan maksimal, marah yang dikeluarkan tidak menjadi boomerang untuk orang lain dan diri sendiri. Saat manusia mulai merendahkan hatinya ada penyadaraan kalau kita memang tidak dapat melampaui batas, menyadari kekurangan, dan memaksimalkan kelebihan, tenang sekali hidup ini.

3.     You never know yourself
Ada suatu yang aneh terjadi dalam diri ini ketika saya mengerjakan tesis di tempat yang ramai ternyata saya bisa berkonsetrasi padahal saya sudah menetapkan kalau mengerjakan serius itu cukup dirumah saja, totally wrong yes I can do it in another place. dimana ada-ada saja prinsip terbantahkan karena pengalaman, tuntutan hidup atau pergulatan emosi yang mendalam sehingga akan berubah suwaktu-waktu, cita-cita, selera, asa, kebiasaan, kasih sayang barangkali karena memang manusia ini sifatnya dinamis dan hebat tentunya karena akal dan pikiran yang diciptakan, im adore with my brain everyday.

4.     berbuat baik
berbuat baik jangan capek, bertingkah baik jangan capek, tetap baik jangan lengah saya mengutip lagunya hindia “bisakah kita tetap memberi walau tak suci, bisakah terus mengobati walau membiru, cukup besarkah mengampuni dan mengasihi tanpa memperhitungkan masa yang lalu walau kering bisakah kita tetap membasuh” baik saja baik terus.

5.     Kamu tidak bisa menyenangkan semua hati manusia
Ketika kamu sudah berusaha menjadi baik maka ada-ada saja yang tidak suka, lah tentu iya, rasulullah yang jelas-jelas kekasih Allah masih dilempar batu sama bangsa lain padahal ini jelas-jelas kekasih Allah, apalah kita ini yang cuma manusia kotor, lagi menjijikan, bodo amat. 

6.     Tetap sehat
Pelajaran selanjutnya adalah mengetahui asupan dan alaram tubuh kita masing-masing tidak ada yang lebih indah selain diberikan kesehatan, jangan terlalu dipaksa dan jangan terlalu di malaskan. Olahraga, minum air putih, tidur yang cukup, jangan menyiksa tubuh sendiri, selalu mencintai tubuh sendiri, selalu merawat tubuh sendiri, pikiran sendiri.

7.     Mengatur keuangan

Dewasa ini yang saya inginkan adalah mengatur keuangan saya dengan tepat, membeli barang yang dapat saya lihat, dan membeli barang yang dapat saya rasakan menfaatnya, mencatat pengeluaran dan memaksimalkannya. entalah saya pelit atau hemat tapi semakin kesini semakin mengerti apa-apa yang bisa dibeli, dan apa-apa yang sebetulnya tidak butuh-butuh banget dan jangan dibeli, saya lebih melihat investasi panjang yang bisa saya rasakan dari kebutuhan hidup saya.

8.     Don’t procasting
Kerjakan, jangan ditunda, jangan tunggu nanti, kalau bisa eksekusi, kenapa menunda ini pekerjaan yang menyenangkan tapi akan kesulitan. Ya, saya masih sering kali gagal di pelajaran hidup yang ini, masih harus mengulangi pelajarannya berkali-kali. Menunda-nunda hal yang ingin dilakukan ini tidak selalu untuk hal yang bersifat major dan grande, lho. Seperti menunda melanjutkan postingan blog pun sudah procrastinating. Menunda menggantung jaket yang baru dipakai, menunda mencuci sepatu, menunda mandi, menunda mengelap meja yang sudah berdebu, menunda mencuci piring di wastafel, menunda maskeran. Mungkin kesannya ini sepele ya tapi ini merupakan tanda-tanda betapa lemahnya mental kita untuk melakukan sesuatu yang kita tahu HARUS kita lakukan. Beberapa hari ini saya sudah punya mantra yang saya rasa lumayan ampuh untuk mengusir godaan menunda-nunda ini: Emangnya kalo lo nggak ngerjain ini, lo mau ngapain sih? Rebahan sambil main hape doang kan? Dan buat saya sih itu lumayan mempermalukan saya ya. Don't waste your time for not doing anything.

9.     Sesuaikan kemampuan
Kadang saya agak-agak ngeri sama pergaulan, arus pergaulan lebih tepatnya, entah saya pelit atau hemat intinya saya ingin berada di garis kemampuan saya dalam melakukan hal-hal, entah itu mengeluarkan duit atau kemampuan saya mengerjakan sesuatu, ketika saya coba tapi ternyata selalu gagal kadang bukan undangan untuk mencoba  tapi merelakan dan memulai sesuatu yang baru. Yah itupun kalau saya punya budget tapi kalau tidak yang berarti  jangan dipaksa sampai harus mengutang, atau harus mengorbankan orang tua, mertua, kakak, adik, wah wah lelah sekali. Fokus dan sesuaikan kemampuan.

10.     religus 
saya kalau tidak ada tuhan, nothing men, sebagai manusia yang menjunjung tinggi ketenangan hidup mendekatkan diri kepada yang maha esa adalah kunci dari keras dan tidak adilnya kehidupan ini, bahkan kadang kaki saya pun tidak mampu, tapi apalah saya tanpa tuhan, being religious sekacau apapun kalau diletakkan ke tangan tuhan bisa jadi ringan, maafkan saya ya tuhan ku betul-betul malas ribet jadi kalau melewati batas keribetan diri memindahkan apa-apa ketangan tuhan adalah tepat. 

Begini-gini saja

Setelah hura-hara PPN 12% tidak jadi naik, saya sebagai warga indonesia bukannya menjadi tenang tapi geleng-geleng. Karena ada yang sudah me...