Bukan bikini hadist dari Rasulullah, apa yang saya cari, apa yang saya inginkan tidak jauh-jauh dari kata ini, rasanya kalau tidak berkarya saya jadi hidup sebagai ongkahan sampah masyarakat yang sudah tidak dibutuhkan lagi, hidup, makan, kemudian mati.
Melihat orang berkarya lebih jauh, ada rasa ingin terlihat lebih besar lagi dan lagi. Apalagi mereka bisa menciptakan film, ilmuwan dengan segala prodaknya, foto, karya ilmiah, terjun di pemerintahan sehingga dapat membantu masyarakat luas, membantu perekonomian negara, membuat orang yang tidak tahu menjadi tahu, dan sebagainya.
Kecemburuan tentu saja, rasanya saya stagnan dan tidak bisa berbuat apa- apa kepada orang lain, yang hanya saya lakukan adalah untuk diri sendiri. Egois dan tidak berguna.
Sampai suatu ketika saya melihat kata manfaat itu dari kacamata yang lebih sederhana, kalau kita bergerak ada langkah yang dihitung untuk orang lain.
Sesederhana memasakan ibu mu yang kelelahan bekerja
Menjadi pendengar yang baik untuk temanmu yang sedang dilanda keresehan hati atas nama cinta dan hidupnya yang kian rumit
Penyapu jalanan yang selalu siap membersihkan sampahmu yang kau buang di sembarang tempat
Merapikan kamarmu
Membuat temanmu tertawa karena kerecehan yang kau buat
Menjadi asisten rumah tangga karena tenagamu sangat dibutuhkan
Mengulurkan tanganmu untuk sekedar memberikan sesuatu yang dibutuhkannya
Sekecil ini, tapi kebermanfaatanmu terasa, setidaknya engkau menjadi hidup untuk hal-hal berarti untuk orang lain