Padahal kemarin bilangnya tidak ingin procasting tapi terjadi lagi, banyak sekali kejadian-kejadian di 2020 yang membuat saya bekerja lebih cepat. Menyelesaikan studi dan menikah keduanya berlangsung secara bersamaan jadi penundaan ini cukup lama eh terlalu lama ding, baik saya lanjut pelajaran hidup berikutnya.
11.Tidak apa-apa bersedih
bukan menerima tapi sedih memang pasti akan datang. Justru setelah saya paham konsep roda berputar ini, saya lebih menghargai dan menikmati saat-saat bahagia datang. saya tidak lagi mengkhawatirkan saat sedih itu datang because it will come indeed. I am content in the now situation, not worrying about the sadness because I know when sadness comes, it is also normal. It just the cycle we all need to learn to navigate. Kalau mau dilihat baik-baik, dunia ini menawarkan banyak kebahagiaan yang nggak ada artinya hanya DEMI untuk merasa bahagia. Saking bahagia itu adalah keharusan di masyarakat, diciptakan begitu banyak candu untuk menipu otak kita bahwa kita adalah orang yang bahagia, meskipun hanya untuk beberapa saat.
Sekarang saya bener-bener bisa menghargai tiap kali ada momen ngerasa bahagia. Saya juga lebih mudah merasa bahagia akhir-akhir ini. Little things cheer me up already. lebih menikmati ke perasaan bahagia dan lebih sabar ke perasaan sedih saat mereka datang.
12. Sabar
Menjadi lebih sabar mengharuskan kamu membuka hati pada saat sekarang, bahkan bila kamu tidak menyukainya, kesabaran juga mengharuskan kita melihat ketidakbersalahan pada diri orang lain, semakin sabar, kita semakin dapat menerima hidup ini apa adanya, bukan semakin memaksakan hidup ini persis seperti kita kehendaki. Kesabaran itu seperti menambahkan dimensi ketentraman dan rasa menerima.dimensi yang sangat penting bagi ketenangan batin.
13. The art of saying no
Setelah belajar menjadi orang yang agak tegaan saya seperti membebaskan jiwa yang terbelengu karena faktor budaya yang salah kaprah. Sejak jaman nenek moyang berkata tidak itu seperti melakukan hal yang salah dan tidak sopan, apa-apa harus iya padahal keinginan terbesar yah tidak mau. Somewhere I believe this, no is a decision, yes is responsibility. saat kamu mengiyakan sesuatu, kamu membuka satu pintu dan menutup pintu yang lain. Berbeda saat kamu mengatakan tidak ke sesuatu, kamu menutup satu pintu dan masih memiliki kesempatan untuk mengeksplorasi pintu-pintu yang lain.
14. Baca Buku
Semakin naik tahun tingkat baca buku saya menurun, karena faktor teknologi dan media sosial yang memanjakan, klik,klik sudah bisa di baca, di nonton. Tapi tidak jangan, jangan diteruskan. Membaca buku itu mengajarkan kamu untuk bisa fokus dan diam mengerjakan satu tugas saja. Andit is hard, bahkan untuk saya yang SUKA baca buku aja, di masa ini membaca buku selama 15 menit tidak terganggu sama sekali sudah sulit. Membaca buku juga mengajari kamu menjadi pembicara dan pendengar yang baik. Kamu bisa menulis dengan baik dan kecenderungan untuk berargumen kosong atau tidak logis seperti orang-orang yang banyak di Twitter juga berkurang. Membaca buku menjauhkan kamu dari kebodohan di kehidupan sehari-hari.
15. Sedekah
Selain salah satu rukun islam, mengasihi orang lain juga menyenangkan lebih melatih kepekaan dan memberi kita ruang sebagai makhluk sosial yang memang butuh manusia dan saling membutuhkan. Memberi kepada orang lain yang menurut kita pantas untuk dibantu, mengeluarkan sepersen dari hasil pendapatan sebulan tidak banyak beberapa saja.
16. Belajar melepaskan dan merelakan
Bagi kebanyakan orang, salah satu aspek yang paling membuat frustasi adalah tidak mampu memahami tingkah laku orang lain, kita mengangap tingkah laku orang lain “bersalah” ujung-ujungnya kamu yang kecewa, belajar untuk tidak terlalu erat mengenggam bila seseorang bertingkah aneh. Cobalah melihat ketidak bersalah dalam tingkah laku nya.
17. Lebih tenang
Ada banyak teknik untuk menenangkan pikiran seperti refleksi, bernapas dalam-dalam, kontemplasi, visualisasi, shalat, meditasi, yoga, naik gunung segala teknik yang membuatmu merasa tenang, aplikasikan.setidaknya 5-10 menit di dalam pikiran, ini dapat membantu kamu melatih pikiran sendiri untuk menjadi tenang dan hening. Keheningan ini dapat dimasukkan kedalam hidup sehari-hari, setidaknya bisa tidak terlalu reaktif dan lekas marah sama hal-hal yang tidak terlalu penting masalah kecil bukan sebagai keadaan darurat.
18. Jangan memusingkan hal-hal kecil
Kapan nikah? Kapan punya anak? Kapan mati? Kapan kerja? Sering kali kita merisaukan hal-hal yang setelah kita amati lebih dalam, ternyata bukanlah masalah berat, jalan ceritanya sisa tunggu giliran yang telah diatur sama tuhan, selama manusia itu masih bergerak dan mengerakan, takdirmu tidak bakal begitu-begitu saja, begitu banyak orang yang menghabiskan energi untuk memusingkan hal-hal kecil sehingga mereka sama sekali kehilangan sentuhan dan keindahan hidup. Energy kita akan jauh lebih bermanfaat kalau digunakan untuk menjadi orang baik hati dan lebih mengapresiasi pencapaian.
19.Hidup adalah ujian
Bila kita melihat hidup ini tantangan sebagai ujian, rangkaian ujian, kita mulai melihat tiap masalah yang kita hadapi sebagai kesempatan untuk berkembang, entah kita dibanjiri masalah, tanggungjawab, atau bahkan hambatan yang tak dapat diatasi, kalau melihat hidup sebagai ujian otomatis kita akan mengatasi apa yang menantang, kamu jauh lebih bisa menerima segala sesuatu sebagaimana mestinya.
20. Penerimaan atau penolakan itu sama
Adalah cara untuk mengingatkan diri kita akan kata-kata klise bahwa kita tidak akan bisa menyenangkan hati setiap orang setiap saat. Kenyataannya setiap orang memiliki susunan gagasan sendiri untuk mengevaluasi hidup, dan gagasan kita tidak selalu cocok dengan gagasan orang lain. Semakin cepat kamu menerima dilema yang tak terelakkan ini, bahwa tidak selalu diiyakan oleh orang lain yang kita temui, semakin mudah hidup kita jadinya.