Agak begah dengar omongan jangan nangis kamu harus kuat, atau jangan perlihatkan keluh kesahmu ke oranglain, atau sabar jangan ngomel terus. yah pokoknya jangan menampakkan perasaan negatif lah.
Ada perkataan suami saya yang sangat kupegang baik-baik, barangkali kalian bisa mengikutinya “apapun yang terjadi jujur saja sama perasaanmu biar oranglain bisa mengerti posisimu paling tidak mendengarlah”. Do not denial mencampakkan perasaan negatif menurutku bisa jadi boomerang sama diri sendiri pada akhirnya meledak tidak terkontrol.
Alkisah cielah seperti mau mendongeng, ekhm, ada ibuk-ibuk tetanggaku kami sedang mengobrol soal rumahtangga, maklum saya juga sudah jadi ibuk. Saat itu saya diberi saran untuk mempercepat punya adik katanya agar saya tidak setengah mati mengurusnya paling lambat 2 tahun. Mendengar ini saya tiba-tiba gemetar. Jelas setidaksiap itu saya untuk hamil, melahirkan, dan mengurus. Kami bertiga waktu itu dan kedua ibu itu sepakat sama statment tersebut. Kalau mau jawab savage “emang kalian mau bantu urus newborn” atau “mau yah membiayai sekolah anak saya” mohon maaf do not be an ashoe
Agak lama saya terdiam. Dan muncullah perkataan suami yang intinya jangan bersikap denial sama perasaanmu sendiri. Saya bilang ke perkumpulan kami kalau saat ini saya sedang KB ketidaksiapan saya untuk melahirkan karena anak saya tidak ada yang jaga, neneknya sudah tua dan saya belum mau merasakan tidur tidak nyenyak, mendengar bayi menangis yang cuma bisa menebak si bayi maunya apa, belum lagi kalau dia sakit perasaan saya ikutan hancur dan kembali merasakan ngidam dan kontraksi Saya belum siap sama itu semua. Apa yang terjadi? Akhirnya ibuk-ibuk ini mengerti dan kami bisa saling sharing is caring, mereka kan senior dalam hal orangtua anaknya sudah lebih dari satu, mendengar perkataan saya mungkin mereka merasa tertampar.
Tidak denial membuat saya bisa merasakan energi positif mengalir ketubuh karena saya mau marah, capek, ngomel, tidak suka dan sebagainya tidak dilawan akhirnya bisa paham sama diri sendiri sebenarnya diri ini mau apa dan bagaimana.
Efek ini juga kurasa membuat saya lebih sabar menghadapi apa-apa yang ada ke belakang karena ada perasaan menerima ketika perasaan negatif datang. Sekarang kalau dirimu lagi merasakan perasaan negatif jangan dilawan biarkan, rasakan, perasaan begini cuma sebentar. Hal yang selalu kuingatkan kalau manusia itu punya mekanisme sendiri untuk bertahan hidup.