Jumat, 23 November 2018
i love menulis, tapi nonton youtube itu ena'
Selasa, 02 Oktober 2018
Media di Mata Perempuan
Dan para wanita mempunyai hak yang seimbang dengan kewajibannya menurut cara yang ma'ruf. Akan tetapi para suami, mempunyai satu tingkatan kelebihan daripada isterinya. Dan Allah Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana. (al-baqarah 2:228).
Selasa, 25 September 2018
Menjadi yang lebih bermanfaat
Senin, 24 September 2018
balada IRT dan Karir
Senin, 18 Juni 2018
Revolusi mental
ketika beberapa milenial pengguna media sosial mengata-ngatai generasi Z alay karena kecanduan Instagram dan Tiktok, padahal alay punya eranya sendiri- sendiri, dulu saya main friendster dengan foto profil bibir di merah-merahin, bergaya ala-ala emo dengan bantuan photoscape, santai aja sih hitung-hitung investasi kenangan. Yang terpenting dan utama adalah jangan lupa tobat
Tobat dalam KBBI sadar dan menyesal akan dosa (perbuatan yang salah atau jahat) dan berniat akan memperbaiki tingkah laku dan perbuatan.
Kalau sudah ada niat untuk tobat, diri bisa berevolusi dengan sendirinya, jangan salah sampai sekarangpun saya masih berevolusi.
Jaman SMP saya senang melakukan eksperimen sama diri sendiri, membuat friendster, main MIRC, mengikuti gaya trend masakini, berhijab di sekolah buka hijab di tempat tongkrongan, ganti rok ke celana di lift salah satu mall besar di Makassar karena males masuk toilet alasannya yah karena di bayar, tahu tidak sampai dilihat-lihatin satu lift beruntung saya pakai syor, membiarkan ingus yang meler karena mau tau aja kalau dibiarkan kayak apa, bego, yah jatuhlah, sememalukan ini lah saya wahai kawan-kawanku.
Jaman SMA untuk urusan fashion dan eksperimen saya sudah lelah melakukan hal itu jadi pas ada yang hits dan melakukan tindakan yang kalau diingat pasti memalukan. saya sudah tidak lagi. Pikiran saya sudah maju istilahnya saya hipster halah hahahaha.
Tetapi ada gejolak yang lebih parah yaitu melawan ego sendiri, saya tidak bisa mengontrol ego semisal saya sedang mengingatkan teman dan teman yang diingatkan tidak mau menurut, yang saya lakukan adalah menghina mereka atau merendahkan diri untuk meninggi, seperti monster yang baru pintar, dan sudah tahu banyak...
Ini lebih mengerikan dibandingkan menujukkan identitas kealayan, bagaimana egoisnya saya dulu rasanya perih. yang patut saya syukuri saya bisa berdamai dengan diri di masa lalu dan gemar membaca, sebuah bacaan buat diri ini bisa berevolusi baik dari segi mental maupun fisik.
Saya sisa terus berevolusi sampai mati sebagaimana manusia yang diciptakan tidak ada hal istimewa yang patut di agung-agungkan, saya ingin bertumbuh menjadi seorang yang bijak dan bersahaja
Minggu, 25 Februari 2018
Menjadi Anak yang berbakti
Pada suatu hari saya dan kedua sahabat sedang bercerita bagaimana pengalaman orang tua masing-masing mendidik kami menjadi anak yang berbakti. Walau kami merasa gagal menjadi seorang anak yang dilahirkan di dunia.
Menjadi berbakti sulit, berbuat kebaikan juga sulit, kami enggan disebut anak durhaka, tapi kami selalu punya celah untuk menjadi anak durhaka.
Orangtua punya caranya masing-masing dalam mendidik anaknya, ada yang memanjakan, ada yang mempercayakan semuanya ke tangan anaknya, ada pula yang tegas tanpa ampun.
Apapun itu kami berdoa agar hati kami dikaruniai tempat untuk tetap takut sama orangtua, kami berdoa agar orang tua kami tetap panjang umur, kami berdoa agar langkah kami menjadi penenang di hati mereka, kami berdoa agar mereka selalu bahagia dengan kehadiran kami.
Tanpa mereka hidup kami tidak seimbang. Kasih sayang mereka maha besar sampai kau tidak mampu melakukannya.
Jumat, 23 Februari 2018
bagaimana kami aman berjalan kaki?
Postingan tirto tersebut membuat saya tertampar. Indonesia menjadi warga yang paling malas berjalan kaki, diikuti dengan point-point yang sudah terservei dan saya membenarkan hal itu.
Salah satu point yang paling saya setujui adalah Indonesia tidak ramah kepada pejalan kaki. Apalagi bagi kami kaum perempuan. Karena apa? Social harrassment, hal-hal begini kerap terjadi di jalanan hingga buat saya pribadi malas untuk jalan kaki.
Pernah kejadian saat saya memasuki bangku SMA kelas satu. Bulan puasa selesai shalat subuh di masjid dekat rumah, saya dan kedua teman saya tidak langsung pulang karena tertarik untuk tinggal, banyak yang ngaji bareng waktu itu masih awal-awalnya puasa.
Pas kami pulang sekitaran jam tujuh pagi. jalanan masih rame karena banyak anak-anak pada pulang dari jalan subuh. Tiba-tiba ada pemuda pengendara motor bonceng tiga dari arah berlawanan dan langsung melemparkan batu kecil tepat kearah payudara saya.
Saya langsung terduduk kesakitan, teman-teman saya heran ternyata mereka tidak liat. Awalnya saya hanya merintih kesakitan tapi mendengar mereka tertawa saya jadi nangis. Waktu itu saya pakai mukenah pegang sajadah dan Alqur'an, untuk kalian yang masih berpikir kalau social harrassment hanya terjadi sama perempuan yang berpakaian seksi dan terbuka tolong hapus stigma burukmu. Kalau oknum nya busuk kayak begitu yang tetap saja busuk.
Ada lagi yang paling meresahkan catcalling, wah gila seh apalagi melewati sekumpulan pria. parahnya catcalling juga bisa terjadi di area kampus dimana sebentar lagi mereka akan mengenyam pendidikan S1, miris.
Catcalling menjadi hal yang tidak bisa saya toleransikan, awalnya sih saya diam dan cuek aja. tapi lama-lama muak juga soalnya tidak nyaman mereka harus di lawan guys. Karena kalau mengambil sikap diam dan cuek kita jadi bahan lucu-lucuan
Cara melawan bisa dengan tatap balik dengan muka sinis sampai mereka salah tingkah lalu risih Atau samperin dan tanya apa maunya, pokoknya lawan! Dengan begitu mereka akan mengira kita perempuan yang tidak lemah atau kejam mungkin tidak bisa dijadikan calon istri wkwkwk.
Dan sampai sekarang rasanya tidak ada solusi dari keluhan saya ini, apakah pemerintah bisa tanggungjawab? Bagaimana kami bisa jalan kaki dengan rasa aman? Kapan Indonesia ramah dengan pejalan kaki? saya harap pria yang baca tulisan ini dan pernah melakukan social harrassment atau catcalling tersadarkan dirinya
Rabu, 03 Januari 2018
Sesuatu yang berkabut
Inhale. Exhale....
Jadi jarang nulis, kok bisa gituh? 2017 adalah tahun yang penuh dengan kesibukan dan duka sehingga banyak tulisan yang hanya singgah di draft, tidak untuk di baca orang lain, karena susunannya masih belum rapi, masih sangat vulgar dan belum siap untuk dibaca
Saya sakit, saya kerja lalu resign, dan keluarga saya harus menerima suatu yang tidak biasa. Ombak yang deras dan mari belajar berlapang dada.
Selamat memasuki 2018, semoga tahun ini bisa lebih dekat kepada tuhan, berpikir positif, tidak malas, berkarya, bermanfaat, dan menghasilkan. bismillah
Begini-gini saja
Setelah hura-hara PPN 12% tidak jadi naik, saya sebagai warga indonesia bukannya menjadi tenang tapi geleng-geleng. Karena ada yang sudah me...
-
Sedikit laporan perjalan yang perlu di bagikan di tempat KKN ini. Jeneponto kelurahan sidenre kecamatan binamu. Ini bukan laporan se kaku l...
-
Setelah hura-hara PPN 12% tidak jadi naik, saya sebagai warga indonesia bukannya menjadi tenang tapi geleng-geleng. Karena ada yang sudah me...
-
salah satu komik andalan saya adalah hai miiko!. ceritanya lucu, penuh makna, dan romantis uwuwuw. yay ono eriko ini komikus yang keren den...