Yihaaa. Komik itu asyik. Terkadang saya ingin jadi komikus, apa daya tak tahu menggambar. Cara mereka menyambungkan gambar dan cerita, imajinasi liar yang membuat alurnya selalu mengalir, dan efek warna membuat kita merekam tiap ekspresinya. Saya mau berterimakasih sama LINE yang telah membuat webtoon dan kepada teman se per KKN an yang memperkenalkan media ini pertama kali.
Setelah menimbang, meninjau. Dan memutuskan ada beberapa webtoon yang menjadi favorit saya. Dari tiap segi nya dia indah.
1. Yumi cells
Dia tidak masuk di kalangan popular tapi, pemilihan kata nya sungguh cerdas. Dia menggabungkan bagaimana yumi sebagai manusia dan yumi yang berupa sel-sel di dalam tubuh, ada sel cinta, sel irit, sel lapar, sel ambisi yang penulis gambarkan, sehingga yang mengontrol yumi di kehidupannya sebagai manusia itu adalah sel-sel yang mendominasi di dalam tubuhnya. And i love woong too.
2 lucky romance
Perempuan yang meyakini ramalan, ia juga bukan termasuk populer. Menurut saya alurnya menarik, bagaimana ia memaksa laki-laki untuk bersetubuh alur dengan sentuhan vulgar tapi tidak porno
3. Family over flowers
Keluarga bunga yang digambarkan sungguh sempurna oleh penulis. Lagi-lagi saya mengambil angle cerita hehehe. Ceritanya seperti kehidupan sehari-hari kita tapi di gambarkan begitu lebay, dari kekurangan, kelebihan, hitam, putih kisahnya. Bahkan jerawat sebiji di muka anaknya pun pakai acara izin kerja dan sekolah karena keluarga mereka terkenal dengan kulit yang mulus, kakeknya yang dari Inggris pun berkunjung ke korea di anaknya karena merasa ini tidak dapat diterima dan harus diselesaikan dengan cepat, sampai di operasi lah jerawat sebiji itu...Somehow ini lebay tapi lucu. Kalau habis baca komik ini saya bisa Kepikiran seharian. Membayangkan apakah kehidupan yang saya jalani bisa seperti di komik ini hihihi
4. Girls wild
Kisah 4 perempuan anak SMA yang tiba-tiba jadi sahabat dan memiliki kecantikan seperti bidadari. Girls wild ini pernah masuk 10 besar populer beberapa hari. Webtoon ini menggambarkan bagaimana itu "teman murni" tanpa perlu sering ketemu, mengejek, atau memaksa curhat. Mereka sepertinya percaya kalau kita masih punya kehidupan masing-masing, saya merasa sentuhan penulis nya paling kuat dibagian tolong-menolong. Saya juga suka sama karakter keempat perempuan itu.
Hanya empat menurut saya yang selalu ditunggu-tunggu up nya atau disimpan sampai beberapa hari kemudian dibaca memakai ritul siap tidur, sisa nya tetap dibaca tapi sebatas suka.