S.I.kom adalah sebuah gelar yang saya sandang saat ini, bagaimana rasanya? Biasa saja untung orang yang mampu seperti saya, sebab saya sadar saat ini hidup saya akan dimulai walau tentu ini pencapaian yang tidak mudah di gapai dan dicita-citakan siapapun itu.
Saat ini saya sedang menulis sambil mendengarkan lagu frau-mesin penenun hujan. saat yang tepat, sehabis hujan tidak ada tugas berat yang memikul dan kamar yang dingin hanya ada saya seorang diri juga teh susu hangat yang baru2 saja habis kuteguk. lagu ini mengingatkan saya pada hutang menulis yang segera saya lunasi di detik ini juga.
Saya sudah lama ingin menuliskan bagaimana sarjana itu di sudut pandang ini. Namun untuk itu saya hanya ingin membagikan hal-hal yang "manis" di tuliskan, bukan kiat- kiat bagaimana cara menjadi sarjana
Pertama, dorongan dan motivasi
Hal yang kalian inginkan agar kau tidak terpelosok jauh di lubang hitam bernama kemalasan berupa dorongan. Dorongan seorang teman. Bagaiamana mereka siap untuk ditanya-tanya beragam pertanyaan. Juga bantuan temanmu yang mengharukan, terimakasih yang sebesar-besarnya kepada komunika bukan sebuah geng. Pernah teman saya naik ujian meja seorang diri kemudian melontarkan bahasa "dumbbaku, pasko kuliat datang ode sama anak-anak lain langsungka semangat" ketahuilah ini bahasa yang manis, atau seorang teman yang menuliskan nama saya khusus di kolom kata pengantar karena telah banyak membantunya, ketahuilah ini tulisan yang manis, atau ketua jurusan saya yang mengundur yudisium agar bersamaan dengan teman saya yang di kami dahului ujian meja nya, ketahuilah ini saran yang manis .
Kedua, Bantuan tangan-tangan orang asing
Ini berupa orang-orang yang secara tidak sengaja di kirimkan tuhan untuk membantu kita, seperti orang yang kau tempati bertanya tentang letak ruangan ini, rumah ini atau apapun itu, atau seorang teman yang tiba-tiba ingin membantu dan mengantar saya ke kampus tempat penelitian, atau informan kalian yang bersedia dilibatkan serta di serbu oleh pertanyaan-pertanyaan yang ribet dan mereka siap disusahkan.
Ketiga, keinginan untuk tidak meminta uang
Saya manusia yang menyukai hidup dengan jalan liniear ini telah di liput rasa seperti ini. Semoga mimpi dan impian yang saya garis tidak sekedar menjadi angan, doakan saya jauh dari sifat kemalasan dan meminta. Masih banyak cara agar terlihat besar. Saya dan mimpi ini begitu besar. Doakan saya agar bisa fokus pada itu. Doakan saya agar bisa menjadi orang yang berguna bagi bangsa dan agama. Bukan pekerjaan yang hanya membuatmu panas di tempat duduk karena gosip dan bercerita soal make up serta fashion apa yang lagi hits saat ini.
Terimakasih untuk frau dan mesin penenun hujannya
Tidak ada komentar:
Posting Komentar