Minggu, 28 Februari 2016

Semakin ber umurnya saya semakin mengkikiskan pernyataan "berkata jujur walaupun itu menyakitkan" karena ukuran dewasa itu rumit. Kita akan menelan rasa sakit hati yang lebih banyak, panca inderamu tidak lagi mati rasa. Saya lebih pilih menjaga perasaanmu sebelum jujur saya menyakitkan, hati-hati lebih tepatnya

Quotes of the day

Saya tercipta dengan begitu introvert walau kadang saya juga butuh tangan lain untuk membantu tapi terlalu gagu mengungkapakan. Saya iri pada manusia yang meminta bantuan orang lain dengan enteng.

Rabu, 24 Februari 2016

orang lain tentang diriku



Saya mempunyai beberapa sisi karakter yaitu,sisi  baik,sisi  sinis, sisi kejam, dan sisi melankolis

Point live to prove or make a point just live and enjoy (Diana Rikasari dalam buku #88 love and Live, 2015) yang artinya jangan hidup untuk pembuktian atau pendapat orang jadilah dirimu sendiri. Saya setuju dengan pendapat Diana karena berdasarkan “Orang lain” membuatmu sesak nafas. Sayangnya kita adalah makhluk sosial yang selalu membutuhkan orang lain dengan karakter mereka yang berbeda-beda dan tentunya perlu penyesuaian, sebagai makhluk sosial yang baik hati dan tidak sombong hal ini menjadi keharusan, keharusan itulah membentuk karakter kita terhadap orang lain.

Saya mempunyai beberapa sisi karakter  yaitu, sisi baik sisi sinis, sisi kejam dan sisi melankolis yang telah saya kupas sendiri seperti kata  Johari Window yang mendaptkan teori cerminan keterbukaan seseorang,  sisi ini adalah bagian Hidden saya mengetahui sedangkan orang lain tidak. Ini adalah kenyataan.

Mendapatkan judul Materi ini sungguh menyenangkan sekaligus membuat saya kewalahan untuk bertanya kepada teman-teman saya kemudian memutar otak  lalu kembali dengan sebuah kata “jika kau mengenali dirimu maka kau akan mengenali tuhanmu-unknown” untuk menyinkornkan tema dan kata mutiara ini adalah salah besar tapi di kepala saya terngiang begini entah dari mana datangnya sebut saja ini sisi melankolis saya.

Berikut pendapat orang lain tentang diriku: Orang lain berkata saya adalah anak yang ceroboh dan pelupa padahal saya adalah penyimpan dan pengamat yang baik, ini hanya suatu kebetulan yang terlihat berulang di mata se-orang lain, percayalah segala sesuatunya akan tersimpan rapi dan terawat jika hanya saya yang kalian andalakan. Ada juga beberapa  orang yang menilai saya baik, sifat manusia sesungguhnya akan selalu baik tapi saya bisa menjadi orang yang kejam seperti malas menanggapi sebuah cerita atau akan mengomentari sinis apa-apa yang kalian anggap baik.

Ada juga yang menanggap saya periang seperti yang saya tuliskan di atas sisi melankolis selalu ada di dalam diri ini, yang akan sewaktu-waktu  membuat  saya sedih dan merubah diri untuk lebih pendiam tapi terlalu polos jika diperlihatkan ke orang lain. Ada juga yang bilang kalau saya perhatian, iya, perhatian untuk hal-hal yang bisa di toleransikan karena saya bisa menjadi monster yang menakutkan, perkatan saya membuat diri kalian sakit hati dan kecewa, benar bahwa manusia bukanlah tempat untuk menaruh harapan akan tetapi merasa permintaan dan cerita kalian saya akan menjadi dewi pelindung sebisa saya, sebut saja ini sisi baik saya.

Yang paling banyak adalah saya orang yang santai dan dewasa ketahuilah saya adalah perempuan yang rumit, pemikir dan sering terjebak di pemikiran sendiri dan  susah melihat sudut pandang yang lebih santai, untuk dewasa barangkali karena faktor orang terdekat disekitar saya sehingga saya akan menjawab ini adalah efek domino dari sebuah keluarga dan pertemanan sedang diri ini mau dianggap anak-anak karena mereka lebih berekspresi, saya lebih senang bermanja-manja tapi tidak untuk sok manja.

Ada hal yang paling tidak kefikiran untuk penilain orang lain kalau diri ini ternyata kepo  (gila urusan atau banyak bertanya), saya akan bertanya jika itu menarik, untuk gila urusan ini sebuah mitos. Untuk mengurus urusan pribadi saya sudah kerepotan, apalagi mengurusi urusan orang lain..

Rabu, 10 Februari 2016

Merindukan tanya

Saya di kampus untuk mengurus masa depan, eh bukan sercercah yang akan membuatmu lebih maju, kampus dan segala kerepotannya. Kerepotan mahasiswa.

Bagaimana mahasiswa sesungguhnya? Apakah kita bisa disebut sebagai mahasiswa?

Banyak mahasiswa disini dengan orientasi mereka yang di kerjakan ke kampus, apakah kalian akan tetap menjadi mahasiswa yang datang mengurus KRS, pulang, dan menunggu kuliah, mengurus KRS lagi, kuliah kemudian pulang lagi atau mahasiswa yang mengikuti beberapa organisasi dan berpengaruh di dalamnya tapi ada kendala di beberapa mata kuliah

Ini menjadi pendidikan terakhir. Apa masih mau begitu-begitu saja. Apa hidupmu akan se-linear itu jika hanya rumah dan tempat nongkrong kau tekuni.

Tapi yah itu pilihan menjadi repot atau tidak sama sekali

Begini-gini saja

Setelah hura-hara PPN 12% tidak jadi naik, saya sebagai warga indonesia bukannya menjadi tenang tapi geleng-geleng. Karena ada yang sudah me...