Rabu, 14 Oktober 2015

Saya sedang lelah dan pusing karena salah paham lagi, kenapa di dunia ini  ada perempuan yang Over Protective kenapa diri ini terlibat sama hal-hal aneh  macam itu. Kakak pman i need you so rasanya mau menangis saja kakak pman saya mau nangis saya Capek..

Senin, 12 Oktober 2015

Sedikit kekusutan di kepala ini

Baru saja saya merasakan betapa sensitifnya bahas agama di banding uang. Saya sendiri beragama islam dan im  proud to be muslim karena agama islam mengajarkan betapa damainya ia, sebenarnya agama-agama lainpun seperti itu. mengajarkan semua kebaikan dan menjauhkan kau dari keburukan

Disini saya akan membahas agama saya dengan sudut pandang orang pertama (saya sendiri). Bagaimana islam itu satu menurut saya islam itu satu. Kalau yang lain ada beberapa aliran di dalamnya.....

Sedih rasanya karena, karena mereka berbeda tata cara, aturan, dan sikap. Ada yang memperbolehkan ada pula yang tidak. Bahkan karena dua perbedaan ini kami bisa terpecah belah Sesama muslim lalu saling menyalahkan. Pilu hatiku

Seperti menjadi perempuan yang berkarir adalah hal yang salah karena mereka kurang memperhatikan anak dan suaminya..  gerah dengarnya, mama saya berkarier dan anaknya seperti saya, salahka ia? Bahkan suaminya ke masjid setiap waktu salat tiba.

Ada yang ingin menikah lebih lama karena alasan ingin berjalan lebih  jauh. Lalu ia akan di timpalkan beberapa hadist, ayat dsb yang menyalahkan mereka untuk berpikiran seperti itu. Padahal ayat itu tidak menyalahkan orang-orang seperti ini akan tetapi mengingatkan
Ada yang melarang ajaran begitu  banyak dan menganggapnya kaku, lalu membenarkan dirinya yang begitu lentur, kenapa kau harus memaksa kan untuk menjadi sepertimu, bukankah ia juga mempunyai hak untuk memberlakukan dirinya seperti apa

Selfie mengajarkan kau hal yang tidak menyenangkan ke dirimu sendiri, lalu semua orang sibuk menyalahkan orang yang menulis seperti ini padahal jika kami melihat muka kau terus-terusan di berbagai sosial media  itu akan membosankan dan memuakkan, toh ini juga tidak ada salahnya, kenapa harus saling menyalahkan?

Tentang larangan berpacaran yang terlalu sungguh sarkartis. Saya juga tidak setuju dengan hal begini, bagaimanapun kalian akan dekat dengan zina-zina kecil, tapi tahu kau bagaimana rasa jatuh cinta itu tuhan menciptakan, sungguh amat gila. Sayangnya saya membacanya seperti kau tidak boleh jatuh cinta

Kita dilarang mendengar musik karena sampai ke hal-hal yang tidak menyenangkan, padahal saya menulis ini sambil mendengarkan lagu efek rumah kaca-sebelah mata, musik itu menenangkan pendengar dan otak kita akan lebih cepat merespon jika itu bernada. Saya juga akan respect dengan orang-orang yang tidak mau dengar musik karena mereka berhak memilih, lalu kenapa harus menyalahkan lagi

Ada juga yang menyalahkan jilbab yang terlalu modis padahal mereka memakai pakaian 
longgar sampai bentuk tubuhnya pun tidak ketahuan. Berjilbab yang panjang sama longgarnya dengan mereka. Lalu kenapa saling membenarkan argumen, seperti menjadi lebih "putih" inilah yang benar bukan dianjurkan


Tidak berteman akrab dengan lawan jenis itu bisa membuatmu masuk ke lubang syaitan, terus manusia ada dua jenis, mereka saling membutuhkan dan melengkapi, untuk syaitan sendiri akan selalu ada dimana-mana, dirimu yang lebih pintar-pintar untuk menjaga diri
Apalagi dengan gamblang menghakimi sesama muslim kalau mereka lagi berada di jalur sesat.....

Saya tidak akan menyalahkan semuanya di mata saya mereka semua benar. Mereka semua benar, semua benar apalagi disertai dengan beberapa dalil, logika, tanpa logika hadist dan al quran. hanya segalanya saya lebih memilih hati untuk mengikuti, memilih bagaimana frame hidup saya memegangnya hingga lebih bertanggungjawab di akhirat kelak, kata-kata manusia tidak akan pernah habis untuk menyalahkan dan membenarkan hehe

Senin, 05 Oktober 2015

halo

Tarik napas sangat panjang untuk memulai menuliskan orang ini. Karena saya hampir gila kalau mengingat betapa berani saya untuk berhenti menjadi seorang kekasih, tapi saya tau kau pasti menunggu tulisan-tulisan saya tentangmu, lama yah? Iya rasanya harus hati-hati malas liat kau terluka lebih banyak. saya tau kau pasti ingin melihat bagaimana saya didalam hati ini. Mau tau? Saya terlalu sayang kepadamu, when you're kiss me i wanna hug you more than everything. When you're hold my hand, i really hold you more than anything when you're hugs me i wanna sink so deeper, yeah i feel safe and warm.

Karena itu saya berusaha melembutkan hati yang sudah kau jatuhkan... jatuh jatuh jatuh dan mati di terangi redupkan terangi lagi redup redup redup dan mati. Untuk melakukan pembelan diri juga, saya sudah terlalu lelah.

Biarkan tuliskan ini menjadi semua cara yang salah, cara saya yang salah...

Saya melihat diri ini sebagai penyiksa batinmu terus-menerus. Memusingkan kepalamu atau mungkin saja mau meledakkannya, berat rasanya untuk saya menahan beban jutaan rindu. Maafkan. 

Ketahuilah kalau kau gamang, silahkan, kalau kau meragu silahkan, kalau kau bimbang silahkan, saya tidak akan membuatmu yakin karena membuat hati sendiri yakin saja, saya masih kesulitan. itulah kenapa saya bisa menjadi perempuan yang sangat membosankan. Maafkan 

Kau selalu lucu di hati ini terlalu membuat saya tertawa dan pelipur lara. sehingga melihat sisi kejammu menjadi hal yang tabu untuk saya jadi banyak ketakutan-ketakuan melihatmu yang bersamayam di kepala ini. maafkan

 Kita selalu bercerita hingga jadi kebiasaan, kebiasaan yang ingin kau hilangkan karena persoalan kalau kau sebenarnya bukan pencerita, dan saya suka kalau kau bercerita sampai saya ketiduran bukan karena bosan tapi itu sudah larut malam haha , menceritakan juga bukan kealihan saya. Maafkan 

Kau terlalu besar orang yang besar, yang membuat saya yakin untuk selalu berlindung dan meletakkan apa-apa kepadamu, ada yang salah saya jadi jengkel, jadi manja, jadi bergantung. Maafkan

Sudah yah saya jadi capek, capek nangisnya Haha. Memahami mu bukan hal yang sulit, saya saja yang kurang paham. Menemukan obat capek dan penenang sepertimu pasti akan susah. Tugasku mi itu kapang. Untuk sementara lupakan saja apapun sadarlah hatiku hanya ada kau dan aku (kemudian nyanyi) kalau belajarnya sudah selesai kembalilah kesini. Kalau saya sudah tidak layak lagi, berubahlah 

Selamat membaca! i miss you 

ini my muse saya, dari belakang saja kalau dari depan nanti ada yang jatuh cinta ihss

Minggu, 04 Oktober 2015

Kecukupan

Malam ini saya sangat sedih sungguh sedih, sedih yang bahagia, roda tuhan amat berpihak kepada kami, melihat sekeliling saya terasa aman dan terlindungi

Saking bahagianya untuk membagikan ketulisan ini saya susah menyusunnya, tuhan terlalu baik, walaupun rasa ini merupakan ujian, tetapi saya amat bersyukur, pun diberikan jatuh saya juga mau bersyukur, tapi perihal yang begini sungguh amat disyukuri.

Keluarga ini sudah bertumbuh jadi orang-orang yang bijak serta dewasa, dengan pekerjaan yang mereka sukai dengan shalat dan mengaji yang masih berjalan. Dengan buku-buku yang banyak, perabotan baru, susunan-susunan masa depan yang sudah dirangkai sebagaimananya.

Kalau rodanya kembali berputar kearah yang lebih sulit saya dan keluarga ini pun sudah siap menerimanya, ternyata tidak mau menjauh dariMu adalah sebuah kecukupan

Jumat, 02 Oktober 2015

Ad -duhaa ayat 5 sampai 8

Dan kelak Tuhanmu pasti memberikan karunia-Nya kepadamu , lalu (hati) kamu menjadi puas.

Bukankah Dia mendapatimu sebagai seorang yatim, lalu Dia melindungimu

Dan Dia mendapatimu sebagai seorang yang bingung, lalu Dia memberikan petunjuk

Dan Dia mendapatimu sebagai seorang yang kekurangan, lalu Dia memberikan kecukupan.”

Semoga kalian dan saya bisa seperti arti  surah ad duhaa yang teduh ini  🍀

Begini-gini saja

Setelah hura-hara PPN 12% tidak jadi naik, saya sebagai warga indonesia bukannya menjadi tenang tapi geleng-geleng. Karena ada yang sudah me...