Rabu, 10 Mei 2017

mengajak membenci

pernah sewaktu SMA ada teman saya yang membenci satu orang laki-laki karena punya masalah dengan dia, ia menceritakan kisahnya dan tiba-tiba saya juga jadi ikutan benci padahal saya tidak tahu kenapa saya jadi ikutan benci, lalu saya bertanya ke teman saya

"weh, kenapa jadi ikutan tidak suka ka sama itu orang gara-gara kau tidak suka sama dia?

katanya, "iyokah? iyo iya padahal tidak adaji masalahmu sama dia di '

"itumi, bahayanya ine hahaha"

"bah memang iya biasa begitu, jadi ikutan-ikutanki tidak suka" tutur teman saya

selalu begitu setiap kali ada yang bercerita jelek tentang seseorang, secara otomatis rasanya kita juga jadi ikutan benci, padahal yah belum tentu mereka sebegitu buruknya, dia juga tidak punya tugas untuk membahagiakan hati seluruh manusia di muka bumi ini. Memang sih beberapa dari dirinya ada watak yang sungguh susah di toleransikan.

setelah tumbuh sebesar ini tsailah berasa dewasa gituh, ternyata masih saja berjumpa dengan hal-hal begini, dan rasanya makin parah, dulu sekedar cerita sekarang sudah sampai ke tahap mengajak membenci, yah saya diajak untuk tidak menyukai orang yang mereka tidak suka, loh yah apa hubungannya dengan saya, parahnya mereka sudah berkepala 20  sampai 30, yah hidup lama begini semestinya sudah mengetahui makna hidup. 

karena merasa tidak punya ikatan benci-benci amat sama orang yang mereka benci lalu saya menjadi orang yang aneh. lah salah gue salah teman-teman gue akhir kata saya mau ambil kutipan dari penulis favorit saya kurniawangunadi "Dalam urusan perasaan, dimana-mana orang jauh lebih pandai menulis dan bercerita dibandingkan saat praktik sendiri di lapangan"

Begini-gini saja

Setelah hura-hara PPN 12% tidak jadi naik, saya sebagai warga indonesia bukannya menjadi tenang tapi geleng-geleng. Karena ada yang sudah me...