ketika beberapa milenial pengguna media sosial mengata-ngatai generasi Z alay karena kecanduan Instagram dan Tiktok, padahal alay punya eranya sendiri- sendiri, dulu saya main friendster dengan foto profil bibir di merah-merahin, bergaya ala-ala emo dengan bantuan photoscape, santai aja sih hitung-hitung investasi kenangan. Yang terpenting dan utama adalah jangan lupa tobat
Tobat dalam KBBI sadar dan menyesal akan dosa (perbuatan yang salah atau jahat) dan berniat akan memperbaiki tingkah laku dan perbuatan.
Kalau sudah ada niat untuk tobat, diri bisa berevolusi dengan sendirinya, jangan salah sampai sekarangpun saya masih berevolusi.
Jaman SMP saya senang melakukan eksperimen sama diri sendiri, membuat friendster, main MIRC, mengikuti gaya trend masakini, berhijab di sekolah buka hijab di tempat tongkrongan, ganti rok ke celana di lift salah satu mall besar di Makassar karena males masuk toilet alasannya yah karena di bayar, tahu tidak sampai dilihat-lihatin satu lift beruntung saya pakai syor, membiarkan ingus yang meler karena mau tau aja kalau dibiarkan kayak apa, bego, yah jatuhlah, sememalukan ini lah saya wahai kawan-kawanku.
Jaman SMA untuk urusan fashion dan eksperimen saya sudah lelah melakukan hal itu jadi pas ada yang hits dan melakukan tindakan yang kalau diingat pasti memalukan. saya sudah tidak lagi. Pikiran saya sudah maju istilahnya saya hipster halah hahahaha.
Tetapi ada gejolak yang lebih parah yaitu melawan ego sendiri, saya tidak bisa mengontrol ego semisal saya sedang mengingatkan teman dan teman yang diingatkan tidak mau menurut, yang saya lakukan adalah menghina mereka atau merendahkan diri untuk meninggi, seperti monster yang baru pintar, dan sudah tahu banyak...
Ini lebih mengerikan dibandingkan menujukkan identitas kealayan, bagaimana egoisnya saya dulu rasanya perih. yang patut saya syukuri saya bisa berdamai dengan diri di masa lalu dan gemar membaca, sebuah bacaan buat diri ini bisa berevolusi baik dari segi mental maupun fisik.
Saya sisa terus berevolusi sampai mati sebagaimana manusia yang diciptakan tidak ada hal istimewa yang patut di agung-agungkan, saya ingin bertumbuh menjadi seorang yang bijak dan bersahaja