bapak ini mampu. terlihat dari baju korprinya dan lalu saya tiba-tiba sedih karena kadang pekerjaan bapak ini menjadi "ejekan" saya mengira-ngira sepertinya seorang guru dengan bolpoint di saku kanannya atau pekerja kantoran PNS. walau panas membara bapak ini terlihat senang air mukanya
saya selalu sedih kalau lihat bapak-bapak naik pete-pete, ini bapak-bapak loh yah..mungkin saya terlalu sering melihat bapak-bapak yang mengendarai motor dan mobil saja.badannya bagus dengan tahi lalat yang besar di hidung sebelah kirinya, mukanya bercahaya dan pendek untuk ukuran laki-laki
bukan bapak ini malas berusaha sehingga pekerjaanya sebatas PNS yang naik pete-pete, tapi tuhan menyuruhnya berhenti berusaha dipekerjaan itu karena lebih dari cukup untuk anak dan istrinya,"ini dunia, jadikan dunia hanya ada digenggamanmu suwaktu-waktu dapat kau lepas"
walau saya tidak punya cita-cita menjadi seorang PNS. ini sebuah pekerjaan selagi itu mulia di mata Allah, kerjakan.
ulfaaa, panas jangan jadikan alasan untuk merengek ke orang tua dibuatkan SIM, kau harus menjadi ibu yang baik, kejar cita-citamu menjadi dosen, news anchor dan pekerja kreatif yang membuka lapangan kerja dan ingatlah selalu untuk bersyukur
maka terhadap nikmat tuhanmu yang manakah kamu ragu-ragu?