Tempat kami tinggal, dengan bermacam-macam orientasi dan keinginan masing-masing ada yang membuat bangga dan juga kasihan.
Dan saya pun bingung sama diri sendiri saya berada di pihak mana, pada dasarnya saya bersifat plagmatis sehingga mengambil semuanya dengan cara ringan, malas berpikir berat dan terkesan tega
Postingan ini adalah kata-kata yang tumpah dari kepala saya barangkali agak berantakan susunannya, ketahuilah semakin bertumbuhnya kalian dengan pikiran-pikiranmu semakin membuat kita terasa bodoh. Apa yang membuatnya seimbang? Keimanan.
Lalu apakah tuhan bisa protes jika saya tumpah tindihkan beban buruk saya yang paling berat kepadanya? Tidak. Dia maha baik, maha yang sangat maha....
Saya merasa tenggelam dengan pengalaman-pengalaman manusia. Jadi banyak maunya, Keluhannya, kasihannya, deritanya, menjengkelkannya, Disini doa bekerja agar tetap di koridornya. Lalu ketika saya mulai berdoa, tak ada satupun yang terpikirkan, kosong. saya bingung, diam, Sampai doa saya selesai.
Iya, doa saya berdiam