Jumat, 09 September 2016

Thanks god this is friday

kadang kalian hanya perlu merasa sama hal-hal yang dibuat kesal, saya lagi mengurus aktifitas skripsi di sebuah kampus swasta sambil menunggu dosen pembimbing seperti biasanya tapi karena ada beberapa faktor dosen yang bersangkutan tidak dapat menemui saya. Yha menunggu dan kelaparan adalah duet maut yang membunuh. Saya merasa seperti perempuan yang malang ditambah melihat keadaan kampus yang sunyi senyap.

Saya duduk di dekat satpam sambil cerita-cerita mengenai keadaan fakultas sastra, ada junior melihat saya dengan kegirangan dan kami saling melempar senyum.

Ada teman semasa sekolah, kami beda fakultas tapi fakultas kami saling berdampingan tetap saja jarang ketemu, tiba-tiba kami bertemu lalu ia meneraktir saya untuk makan siang. Uang jajan terselamatkan lagi he he he he

Mahasiswa baru dari jurusan sastra inggris  bersama ibunya untuk mengurus KRS (kartu registrasi semester) mereka sama-sama bingungnya.
Saya: ibu ini anak pertama yah?
Si ibu: iya dek hehe katanya dia belum terdaftar di simpadu
Saya: ibu naik apa kesini?
Si ibu: naik motor sama bapaknya, dia kan kecil jadi di taruh ditengah (tertawa)
(karena tidak ingin melihat calon mahasiswa manja, saya menyuruhnya untuk bertemu sama tata usaha dan membicarakannya langsung)
Si maba: ibu, tidak ada orang-orang di atas.
Saya: ketemu sama ketua jurusanmu dulu, jangan takut, sudah besar begitu. Saya tadi melihatnya, kau cek saja ruang prodi sastra inggris
(si maba malah ketakutan, dan tidak berani untuk bertemu ketua jurusannya, karena melihat ekspresinya begitu  saya pun berinisiatif untuk mengantarnya)

Singkat cerita KRS nya sudah selesai tinggal di print Saya kembali turun ke meja satpam Menemani ibunya, si maba turun, senyumnya merekah, menyalami saya sambil terus berterima kasih, ibunya juga begitu tidak henti-hentinya berterima kasih, saya jadi pengen nangis. Ternyata bantuan saya dapat meringankan beban keduanya.

Ini aktifitas menunggu  saya yang sebagian besar orang mengatakan membosankan di kampus padahal memberikan dampak, dampak kecil pahala dari senyum, pendengar yang baik bagi sekitarmu, dan sebuah pertolongan.

(ditulis ketika menunggu kekasih datang untuk menjemput, ini juga salah satu hal yang membuat menunggu mu tidak se-mombosankan yang kau kira {senyum-senyum gleter} )

Begini-gini saja

Setelah hura-hara PPN 12% tidak jadi naik, saya sebagai warga indonesia bukannya menjadi tenang tapi geleng-geleng. Karena ada yang sudah me...