Minggu, 27 Januari 2019

lagu sedih yang wajib kamu dengarkan

gambar dari google

Ai Kawakami menjelaskan musik sedih mampu membangkitkan emosi yang berlawanan. Hal ini karena para peserta penelitian cenderung merasa musik sedih lebih tragis, kurang romantis, dan kurang gembira ketimbang kondisi mereka saat mendengarkan musik tersebut.

Peneliti juga menemukan hal menarik bahwa musik yang dianggap sedih sebenarnya juga menginduksi emosi romantis dan membangun suasana positif. Inilah yang kemudian   membuat beberapa orang menyukai alunan musik sedih. 

Campbell, seorang ahli biologi dalam bukunya, Efek Mozartpun menuliskan tentang beberapa penelitian yang menyatakan bahwa musik ringan dan rileks yang menenangkan seorang bayi, ternyata juga memiliki efek serupa jika diberikan pada hewan. Tumbuhan juga bereaksi terhadap musik. Beberapa penelitian menemukan bahwa terdapat perbedaan signifikan antara pertumbuhan tumbuhan yang diiringi musik dan tanpa diiringi musik. 

“take a sad song and make it better”begitu sepenggal lirik dari lagu the beatles yang kiranya memang benar adanya menurut studi literatur yang kubaca, lagu sedih tidak selalu melankolis, yang akan di bagikan sekarang adalah lagu yang memberikan kekuatan positif di penggalan-penggalan liriknya yang menjerit hati, yang  selalu ku putar berulang-ulang, mampus kau dikoyak-koyak emosi. berikut beberapa nada minor tersebut;

Stars and Rabbit- Man Upon The Hill

Pertama kali mendengarkan lagu ini saat saya lagi berlibur di salah satu pulau di Pangkep yang namanya Panambungan,bangsatnya teman saya memutar lagu ini berulang-ulang bersamaan terdengar suara ombak, malam hari , dan angin malam yang sejuk, tiba-tiba saya sesegukan diatas hammock. Ada sesuatu yang menganggu, ada kecewa yang dipatahkan berkali-kali, ada tenaga yang sudah malas untuk berdiri, tapi  suara Elda ini menyuruh saya untuk bahagia di lain sisi saya melihat usaha-usaha saya yang tidak pernah dikesampingkan tuhan.

Imogen Heap-Hide and Seek

Lagu ini selalu terngiang jika saya ulang tahun karena akan bertambah umur, ada keinginan untuk tidak selalu menyusahkan orangtua dan orang terdekat, ada tubuh yang selalu menua, ada harapan yang selalu tinggi, ada kematian yang selalu mendekat, apalah saya ini tanpa tuhan, rasanya seperti ongkahan busuk dan basi, tapi saya masih di bumi langkah-langkah saya merupakan pertanggungjawaban atas diri saya sendiri.

Coldplay-O

Saya butuh jeda, oksigen, dan ketidakpedulian, somehow kita menginginkan ini, jangan lupa.

The Temper Trap- Fall Together

Kalian harus mendengarkan lagu ini versi akustikannya, ketika saya merasa hancur dan gagal saya percaya selalu ada orang-orang yang akan menyayangi dirimu tanpa diminta, lagu ini meminta saya untuk selalu mencari dukungan kepada siapapun bahkan orang asing  sekalipun, jangan selalu merasa sendirian.

Kunto Aji- Sulung

Kunto aji dengan nasehatnya yang berulang-ulang, seperti mantra yang harus diucapkan tiap pagi, dibawah pergi, dan disimpan ditempat yang aman “yang sebaiknya kau jaga adalah dirimu sendiri’.

Nadin Amizah- Sorai

Nadin menamai lagu-lagunya sebagai anak, anak yang ia ciptakan ini mampu membuat saya nangis tidak karuan, karena kata “sorai”. adakalanya cintamu memang tidak selalu mulus, ada yang dikira mampu bertahan, ada yang dikira sudah menetap, ada yang dikira sudah berhasil menamatkan kekurangan, ternyata belum mampu. Yang perlu disyukuri adalah “mungkin akhirnya tak jadi satu, namun bersorai pernah bertemu”.

Jumat, 25 Januari 2019

predeterminasi

 Tadi malam saya bermimpi aneh, di mimpi saya itu, saya sedang sakit, rasanya nyeri sekujur tubuh, lalu saya dan ibuku pergi kerumah sakit, konsultasi, dokter memvonis, dan saya takut sekali karena terlalu nyata disebut mimpi

saya mencoba tersadar ternyata masih mimpi, mencoba lagi ternyata masih mimpi, mencoba lagi ternyata masih mimpi. sampai saya berharap semoga saya terbangun dan ini benar-benar mimpi, lalu saya memejamkan mata dalam mimpi itu, mulai mengatur napas dan berharap kalau memang itu mimpi saya segera terbangun.

Hingga terbangun saya di tempat tidur, dikamar yang gelap, masih dini hari,masih dengan nyeri yang sama, takut yang sama, saya memeriksa tubuh ini dengan tertib dan pelan lalu bersyukur bahwa saya baik-baik saja. kembali berdoa yang banyak-banyak dan tidur.

Biasanya kalau mimpi begini saya punya teman cerita yang bisa mendengarkan tanpa interupsi, menenangkan, baku telfon sampai saya ketiduran dengan lelap, dan mengartikan kalau diam itu adalah bicara, susah sekali mencari makhluk seperti ini di jaman sekarang. Ngomong-ngomong selamat ulang tahun bahagia selalu 

Rabu, 16 Januari 2019

menjadi 25

"Gue punya hipotesis bahwa orang yang cenderung bigot atau berpikiran tertutup itu pada dasarnya hanyalah seperti OKB alias orang kaya baru yang masih butuh afirmasi publik: beli iPhone logo Apple-nya gaboleh ketutup casing, beli mobil warna emas, dst." Ujar afutami dimuat dalam twitternya

"Seperti OKB, orang yang baru punya ilmu atau baru paham sebuah 'isme' yang kayaknya menjawab banyak pertanyaan-pertanyaan filosofis dalam hidupnya selama ini, langsung menemukan urgency bahwa orang lain harus dapet enlightenment yang sama (niatnya baik)"  lanjutnya

Menjadi 25 tentu saja keinginan saya sejak lama tapi terlalu rumit untuk dijalani, karena sudah memasuki hidup yang krisis akan cinta dan karir. Untuk itu keinginan saya selalu saja ingin menjadi manusia yang rendah hati, melihat segala sesuatunya dengan bijak. tidak ingin terlihat lebih.

Memahami orang yang tidak setuju sama feminsime, memahami perbedaan politik,  perbedaan agama, memahami orang yang tidak baca buku, memahami selera musik yang menurut saya tidak banget, memahami orang yang berpoligami,  saya ingin menjadi manusia yang menilai sesuatu yang dulunya "tidak banget" menjadi "biasa saja" yang menurut saya menyimpang sehingga tidak ada lagi kesombongan intelektual.

Kalau dipikir-pikir akan jadi sulit, karena sombong datang dengan cara yang sangat halus, diperlukan belajar yang lebih agar supaya tetap kelihatan bodoh.

  • Lebih sehat dan paham sama tubuh sendiri
Memasuki usia 25 mempunyai alaram tersendiri bagi tubuh, saya mau berterimakasih sama tubuh saya yang sudah kuat walau diasupi macam-macam. Harus lebih sehat lagi pola makannya, mengurangi makan yang tidak butuh-butuh amat untuk diasupi, memperhatikan gizi dan lebih giar olahraga nya biar jiwa tetap waras.

  • Lebih dekat dengan yang maha kuasa

Yang terakhir dan utama, saya mau hati saya ini masih mendengarkan lirih yang baik oleh bisikan tuhan, tidak tertutup, sesungguhnya apalah saya ini tanpamu. Mempercayakan apa-apa kepadanya, tidak meninggikan harapan kepada cita-cita dan asa sehingga kalau tidak terjadi saya tidak menyalahkan tuhan, sesungguhnya saya juga takut kalau tidak lagi bersandar kepadanya.

Minggu, 13 Januari 2019

poligami

Poligami dikenal oleh masyarakat manusia, dengan jumlah yang tidak sedikit dari perempuan yang berkah digauli. Dalam perjanjian lama misalnya, disebutkan bahwa nabi Sulaiman as. Memiliki tujuh ratus "istri" bangsawan dan tiga ratus gundik (perjanjian lama, raja-raja I 1-11-4).

Poligami meluas, di samping dalam masyarakat Arab Jahiliah, juga pada bangsa Ibrani dan Sicilia yang kemudian melahirkan sebagiab besar bangsa rusia, polandia, Cekoslowakia dan Yugoslavia. 

saya jadi tertarik membahas poligami karena kemarin saya berjumpa dengan bapak A yang melakukan poligami tapi dimata saya beliau santun dan keren, dan jauh dari lubuk hati saya yang paling dalam, saya tidak menginginkan hal ini demi apapun, sangat tidak ingin. Kita membahas poligami karena hal ini dekat dalam kehidupan sehari-hari di Indonesia

Setelah berbincang mengenai kehidupan saya tibalah saya bertanya balik mengenai bapak A

"Bapak sudah menikah?" Tanyaku

"Iya sudah, alhamdulillah, anak juga sudah 2" jawab bapak A

"oh,  asikmi itu pak sisa tunggu anak besar, punya cucu, dan mati haha" ujarku 

"Dua dari istri pertama, istri kedua belum ada, semoga bisa ada, kasi cukup 3 anakku" tambahnya sambil tersenyum

Hening sebentar...

"Bapak poligami?" Tanyaku lagi

"Iya istri pertama disini, istri kedua di lombok" tambah bapak A sembari meminum es kopinya

"Akur ji? Bisa adil? Kalau saya itu kukebirimi, minta cerai atau semacamnya, pokoknya tidak mauja di madu, huff enak saja" ujarku berapi-api

"Hahaha deh dikebiri sangarnya, akur iya, karena dapatlah saya restu dari istri pertama, kalau adil dari segi materi mampu. kalau pembagian kasih sayang, saya condong ke istri pertama, karena saya tinggal sama dia di Makassar, tapi kalau yang di lombok kan saya jarang, kemarin saya menikah sama dia juga karena perempuannya  sempat dapat musibah yang berat janda miskin, masih muda  sih dari istri pertama, tapi tidak adapi anaknya, jadi kunikahi mi" tuturnya tenang 

"Yang intinya saya bikinkan ji juga mereka bisnis sehingga istri-istriku punya juga penghasilan sendiri" tambahnya 

Menurut tulisan dari buku Perempuan, Prof Quraish Shihab perlu diingat bahwa Rasulullah dan wanita yang beliau nikahi, kecuali Aisyah ra adalah janda-janda yang diantarnya tidak lagi memiliki daya tarik yang mengikat dan tujuannya menyukseskan dakwah atau membantu dan menyelamatkan para perempuan yang kehilangan suami.

Saudah binti Zam'ah ra, wanita tua, suami meninggal di perantauan Etopia dan dipaksa murtad

Ramlah, meninggalkan orang tuanya dan hijrah bersama suaminya yang ternyata pindah agama dan menceraikannya disana dalam keadaan tidak berdaya

Zainab binti Khuzaimah suaminya gugur dalam perang uhud dan tidak ada satu orangpun yang tertarik padanya, maka Rasulullah menikahinya.

Hemat kata, bapak A berpoligami dengan benar walau sulit menjadi adil, tapi saya menaruh respect ketika ditanya beliau tidak sekalipun membawa percakapan kami kerana nikmatnya berpoligami, atau membawa poligami dengan firman tuhan yang hampir 99% laki-laki hanya mampu memahaminya sepotong-sepotong dan tidak menghakimi saya untuk mau atau setuju dengan poligami.

"Kenapa mauki poligami?" Tanyaku kembali

"Karena gen, turunan dari bapak. kakak, dan adikku juga poligami" ujarnya tertawa 

Good point. Enjoy your life.

Kamis, 10 Januari 2019

tulisan pertama

Nadin amizah- sorai

Seorang tokoh psikologi aliran Psikoanalisis, Sigmund Freud pertama kali mengembangkan pemikiran tentang mekanisme pertahanan diri pada tahun 1926. Disempurnakan oleh Anna, sang anak, mereka berhasil menemukan adanya cara-cara yang digunakan manusia untuk mengurangi ketegangan akibat peristiwa yang tidak diharapkan ke alam bawah sadar.

Salah satunya rasonaliasi. Rasionalisasi merupakan mekanisme pertahanan diri dimana individu akan berusaha untuk mencari alasan yang baik demi menjelaskan ego dan jenis emosi yang dimiliki. Rasionalisasi ini nantinya akan membantu individu tersebut untuk membenarkan tingkah laku spesifik sekaligus melemahkan rasa kekecewaan yang terjadi.

"Sudah mau masuk 2019, apa tahun terberatmu?" Ujar robin 

"Saya 2016 sih, tahun 2018 ini alhamdulillah aman dan lancar tidak ada kendala" ujar fudah sambil menyetir 

"Saya tahun terberat ku ini, asli tidak produktif, baru umur juga makin bertambah tapi tidak ada sama sekali perubahan" tambah robin

Begitulah kira-kira percakapan kami yang cukup rumit kepada hidup dan cobaan masing-masing. Percakapan ini berlangsung dengan amat panjang sehingga saya jadi mau menuliskannya.

2018, sebelumnya saya mau berterimakasih kepada tahun ini, berterimakasih kepada tubuh saya yang berhasil kembali sehat, berterimakasih kepada tuhan yang baik sekali tengah memberikan hati yang begitu lapang, berterimakasih kepada semesta yang memberi keberuntungan serta  kaki yang mendukung langkah-langkah kuat. Dan berterimakasih kepada nadin amizah yang mencipta lagu sorai sehingga saya tahu kalau sebenarnya saya sedang berada di fase merelakan.

Fase merelakan wujudnya bentuk rasionalitas dalam mekanisme diri, bagaimana saya mencoba bercakap dengan ego sendiri setengah mati untuk melepaskan ternyata ada kata rela yang mencukupkan. Mencukupkan semuanya yang tidak seharusnya untuk saya dan yang sebenarnya yang perlu dijaga adalah dirimu sendiri

Untuk mengakhiri tulisan ini saya ingin mengambil lirik dari tangan nadin amizah "mungkin akhirnya tak jadi satu namun bersorai pernah bertemu" 

Selamat merelakan dan bersorai, semoga tahun 2019 adalah merayakan. 


Begini-gini saja

Setelah hura-hara PPN 12% tidak jadi naik, saya sebagai warga indonesia bukannya menjadi tenang tapi geleng-geleng. Karena ada yang sudah me...