Poligami dikenal oleh masyarakat manusia, dengan jumlah yang tidak sedikit dari perempuan yang berkah digauli. Dalam perjanjian lama misalnya, disebutkan bahwa nabi Sulaiman as. Memiliki tujuh ratus "istri" bangsawan dan tiga ratus gundik (perjanjian lama, raja-raja I 1-11-4).
Poligami meluas, di samping dalam masyarakat Arab Jahiliah, juga pada bangsa Ibrani dan Sicilia yang kemudian melahirkan sebagiab besar bangsa rusia, polandia, Cekoslowakia dan Yugoslavia.
saya jadi tertarik membahas poligami karena kemarin saya berjumpa dengan bapak A yang melakukan poligami tapi dimata saya beliau santun dan keren, dan jauh dari lubuk hati saya yang paling dalam, saya tidak menginginkan hal ini demi apapun, sangat tidak ingin. Kita membahas poligami karena hal ini dekat dalam kehidupan sehari-hari di Indonesia
Setelah berbincang mengenai kehidupan saya tibalah saya bertanya balik mengenai bapak A
"Bapak sudah menikah?" Tanyaku
"Iya sudah, alhamdulillah, anak juga sudah 2" jawab bapak A
"oh, asikmi itu pak sisa tunggu anak besar, punya cucu, dan mati haha" ujarku
"Dua dari istri pertama, istri kedua belum ada, semoga bisa ada, kasi cukup 3 anakku" tambahnya sambil tersenyum
Hening sebentar...
"Bapak poligami?" Tanyaku lagi
"Iya istri pertama disini, istri kedua di lombok" tambah bapak A sembari meminum es kopinya
"Akur ji? Bisa adil? Kalau saya itu kukebirimi, minta cerai atau semacamnya, pokoknya tidak mauja di madu, huff enak saja" ujarku berapi-api
"Hahaha deh dikebiri sangarnya, akur iya, karena dapatlah saya restu dari istri pertama, kalau adil dari segi materi mampu. kalau pembagian kasih sayang, saya condong ke istri pertama, karena saya tinggal sama dia di Makassar, tapi kalau yang di lombok kan saya jarang, kemarin saya menikah sama dia juga karena perempuannya sempat dapat musibah yang berat janda miskin, masih muda sih dari istri pertama, tapi tidak adapi anaknya, jadi kunikahi mi" tuturnya tenang
"Yang intinya saya bikinkan ji juga mereka bisnis sehingga istri-istriku punya juga penghasilan sendiri" tambahnya
Menurut tulisan dari buku Perempuan, Prof Quraish Shihab perlu diingat bahwa Rasulullah dan wanita yang beliau nikahi, kecuali Aisyah ra adalah janda-janda yang diantarnya tidak lagi memiliki daya tarik yang mengikat dan tujuannya menyukseskan dakwah atau membantu dan menyelamatkan para perempuan yang kehilangan suami.
Saudah binti Zam'ah ra, wanita tua, suami meninggal di perantauan Etopia dan dipaksa murtad
Ramlah, meninggalkan orang tuanya dan hijrah bersama suaminya yang ternyata pindah agama dan menceraikannya disana dalam keadaan tidak berdaya
Zainab binti Khuzaimah suaminya gugur dalam perang uhud dan tidak ada satu orangpun yang tertarik padanya, maka Rasulullah menikahinya.
Hemat kata, bapak A berpoligami dengan benar walau sulit menjadi adil, tapi saya menaruh respect ketika ditanya beliau tidak sekalipun membawa percakapan kami kerana nikmatnya berpoligami, atau membawa poligami dengan firman tuhan yang hampir 99% laki-laki hanya mampu memahaminya sepotong-sepotong dan tidak menghakimi saya untuk mau atau setuju dengan poligami.
"Kenapa mauki poligami?" Tanyaku kembali
"Karena gen, turunan dari bapak. kakak, dan adikku juga poligami" ujarnya tertawa
Good point. Enjoy your life.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar