"Gue punya hipotesis bahwa orang yang cenderung bigot atau berpikiran tertutup itu pada dasarnya hanyalah seperti OKB alias orang kaya baru yang masih butuh afirmasi publik: beli iPhone logo Apple-nya gaboleh ketutup casing, beli mobil warna emas, dst." Ujar afutami dimuat dalam twitternya
"Seperti OKB, orang yang baru punya ilmu atau baru paham sebuah 'isme' yang kayaknya menjawab banyak pertanyaan-pertanyaan filosofis dalam hidupnya selama ini, langsung menemukan urgency bahwa orang lain harus dapet enlightenment yang sama (niatnya baik)" lanjutnya
Menjadi 25 tentu saja keinginan saya sejak lama tapi terlalu rumit untuk dijalani, karena sudah memasuki hidup yang krisis akan cinta dan karir. Untuk itu keinginan saya selalu saja ingin menjadi manusia yang rendah hati, melihat segala sesuatunya dengan bijak. tidak ingin terlihat lebih.
Memahami orang yang tidak setuju sama feminsime, memahami perbedaan politik, perbedaan agama, memahami orang yang tidak baca buku, memahami selera musik yang menurut saya tidak banget, memahami orang yang berpoligami, saya ingin menjadi manusia yang menilai sesuatu yang dulunya "tidak banget" menjadi "biasa saja" yang menurut saya menyimpang sehingga tidak ada lagi kesombongan intelektual.
Kalau dipikir-pikir akan jadi sulit, karena sombong datang dengan cara yang sangat halus, diperlukan belajar yang lebih agar supaya tetap kelihatan bodoh.
- Lebih sehat dan paham sama tubuh sendiri
Memasuki usia 25 mempunyai alaram tersendiri bagi tubuh, saya mau berterimakasih sama tubuh saya yang sudah kuat walau diasupi macam-macam. Harus lebih sehat lagi pola makannya, mengurangi makan yang tidak butuh-butuh amat untuk diasupi, memperhatikan gizi dan lebih giar olahraga nya biar jiwa tetap waras.
- Lebih dekat dengan yang maha kuasa
Yang terakhir dan utama, saya mau hati saya ini masih mendengarkan lirih yang baik oleh bisikan tuhan, tidak tertutup, sesungguhnya apalah saya ini tanpamu. Mempercayakan apa-apa kepadanya, tidak meninggikan harapan kepada cita-cita dan asa sehingga kalau tidak terjadi saya tidak menyalahkan tuhan, sesungguhnya saya juga takut kalau tidak lagi bersandar kepadanya.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar