Senin, 12 Oktober 2015

Sedikit kekusutan di kepala ini

Baru saja saya merasakan betapa sensitifnya bahas agama di banding uang. Saya sendiri beragama islam dan im  proud to be muslim karena agama islam mengajarkan betapa damainya ia, sebenarnya agama-agama lainpun seperti itu. mengajarkan semua kebaikan dan menjauhkan kau dari keburukan

Disini saya akan membahas agama saya dengan sudut pandang orang pertama (saya sendiri). Bagaimana islam itu satu menurut saya islam itu satu. Kalau yang lain ada beberapa aliran di dalamnya.....

Sedih rasanya karena, karena mereka berbeda tata cara, aturan, dan sikap. Ada yang memperbolehkan ada pula yang tidak. Bahkan karena dua perbedaan ini kami bisa terpecah belah Sesama muslim lalu saling menyalahkan. Pilu hatiku

Seperti menjadi perempuan yang berkarir adalah hal yang salah karena mereka kurang memperhatikan anak dan suaminya..  gerah dengarnya, mama saya berkarier dan anaknya seperti saya, salahka ia? Bahkan suaminya ke masjid setiap waktu salat tiba.

Ada yang ingin menikah lebih lama karena alasan ingin berjalan lebih  jauh. Lalu ia akan di timpalkan beberapa hadist, ayat dsb yang menyalahkan mereka untuk berpikiran seperti itu. Padahal ayat itu tidak menyalahkan orang-orang seperti ini akan tetapi mengingatkan
Ada yang melarang ajaran begitu  banyak dan menganggapnya kaku, lalu membenarkan dirinya yang begitu lentur, kenapa kau harus memaksa kan untuk menjadi sepertimu, bukankah ia juga mempunyai hak untuk memberlakukan dirinya seperti apa

Selfie mengajarkan kau hal yang tidak menyenangkan ke dirimu sendiri, lalu semua orang sibuk menyalahkan orang yang menulis seperti ini padahal jika kami melihat muka kau terus-terusan di berbagai sosial media  itu akan membosankan dan memuakkan, toh ini juga tidak ada salahnya, kenapa harus saling menyalahkan?

Tentang larangan berpacaran yang terlalu sungguh sarkartis. Saya juga tidak setuju dengan hal begini, bagaimanapun kalian akan dekat dengan zina-zina kecil, tapi tahu kau bagaimana rasa jatuh cinta itu tuhan menciptakan, sungguh amat gila. Sayangnya saya membacanya seperti kau tidak boleh jatuh cinta

Kita dilarang mendengar musik karena sampai ke hal-hal yang tidak menyenangkan, padahal saya menulis ini sambil mendengarkan lagu efek rumah kaca-sebelah mata, musik itu menenangkan pendengar dan otak kita akan lebih cepat merespon jika itu bernada. Saya juga akan respect dengan orang-orang yang tidak mau dengar musik karena mereka berhak memilih, lalu kenapa harus menyalahkan lagi

Ada juga yang menyalahkan jilbab yang terlalu modis padahal mereka memakai pakaian 
longgar sampai bentuk tubuhnya pun tidak ketahuan. Berjilbab yang panjang sama longgarnya dengan mereka. Lalu kenapa saling membenarkan argumen, seperti menjadi lebih "putih" inilah yang benar bukan dianjurkan


Tidak berteman akrab dengan lawan jenis itu bisa membuatmu masuk ke lubang syaitan, terus manusia ada dua jenis, mereka saling membutuhkan dan melengkapi, untuk syaitan sendiri akan selalu ada dimana-mana, dirimu yang lebih pintar-pintar untuk menjaga diri
Apalagi dengan gamblang menghakimi sesama muslim kalau mereka lagi berada di jalur sesat.....

Saya tidak akan menyalahkan semuanya di mata saya mereka semua benar. Mereka semua benar, semua benar apalagi disertai dengan beberapa dalil, logika, tanpa logika hadist dan al quran. hanya segalanya saya lebih memilih hati untuk mengikuti, memilih bagaimana frame hidup saya memegangnya hingga lebih bertanggungjawab di akhirat kelak, kata-kata manusia tidak akan pernah habis untuk menyalahkan dan membenarkan hehe

Begini-gini saja

Setelah hura-hara PPN 12% tidak jadi naik, saya sebagai warga indonesia bukannya menjadi tenang tapi geleng-geleng. Karena ada yang sudah me...