Setiap saya ke masjid guna melaksanakan salat tarawih secara berjamaah, selalu saja saya memperhatikan orang-orang yang ada di dalam, yang mana mereka semua merupakan tetanggaku.
"Ibu yang itu baru-baru saja anaknya masuk penjara karena begal, ibu yang ini suaminya kena stroke dan harus berhenti kerja sementara dia hanya jualan nasi kuning, oh kakak itu baru-baru saja cerai karena korban KDRT, ibu yang satu ini anaknya meninggal karena nyabu, lho ibu itu istri kedua dari suaminya yang sebentar lagi mau nambah istri ketiga ternyata salat disini, ibu yang sana sudah lama menjanda dan belum punya suami sampai sekarang" gumamku dalam hati.
Jika diperkenankan menanggung cobaan mereka, tentu saja saya tidak kuat, membayangkannya saja sudah ngilu. Betapa hebatnya tuhan yang dapat meneguhkan hati sehingga mereka semua dalam keadaan baik-baik saja dan manusia entah bagaimana caranya sejak dulu kala selalu punya cara-cara untuk bertahan.
namun bertumbuhnya kita perjalanan ini kian bergerak, kami yang hadir di masjid hanya manusia biasa yang akan mati, tidak akan selamanya di dunia, maka permintaan kami hanya seputar di kuatkan di dunia pada cobaan yang getir dan diizinkan mencicipi sebuah surga di sisiNya, kematian itu bisa menguatkan, memang nasihat terbaik adalah kematian.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar