Rabu, 02 September 2015

Anggaplah saya lagi belajar

Bagaimana kalau kita sedang dilanda kehilangan yang membuat jiwa mu kosong. Padahal segala sesuatunya akan kembali kepadaNya.

Terlalu banyak rasa yang diciptakan manusia dan teramat sedikit kita bisa menikmatinya, barangkali ada yang menyukai rasa manis, atau pahit, atau asin,  atau pedis, hanya salah satu saja.

Untuk ukuran seperti kita. Sudah banyak makan dosa, mempelajari ini itu melihat ini itu terlalu amat susah untuk mengikhlasan semuanya. Padahal kita bisa tau tidak ada yang abadi

Saya bakalan menyimpan barang saya sembarangan padahal mereka amat penting bagi saya, tidak apa-apa anggaplah saya lagi belajar

Saya bakalan malas membantu orangtua saya dan cuek kepadanya padahal mereka amat penting bagi saya. Tidak apa- apa anggaplah saya lagi belajar

Saya bakalan tidak mau dianggap sahabat ataupun sejenisnya yang membuat kalian merasa memiliki saya padahal kalian amat penting bagi saya, tidak apa-apa anggaplah saya lagi belajar

Saya bakalan menunda-nunda waktu, tugas, hak, dan kewajiban saya padahal ini amat penting bagi saya, tidak apa-apa anggaplah saya lagi belajar.

Saya lagi belajar cara merelakan pergi, Karena kebodohan saya sendiri yang sebetulnya bukan hal yang bodoh. Setidaknya saya pernah mengabaikan,  Bukankah pelajaran bisa datang dari hal yang pahit...

Tidak ada komentar:

Begini-gini saja

Setelah hura-hara PPN 12% tidak jadi naik, saya sebagai warga indonesia bukannya menjadi tenang tapi geleng-geleng. Karena ada yang sudah me...