Jumat, 18 Januari 2013

semoga cepat kau lupakan aku

jangan salahkan perpisahan tapi pertemuan

berbulan-bulan sama akang rashid tidak ada yang tidak berwarna, semua berwarna.bahkan untuk hari yang menakutkan itu. namanya adalah perpisahan

saya sudah capek sama akang rashid yang selalu membuat rindu menjadi lucu, membuat semuanya menjadi sendu dan sedih. saya sudah berdoa kepadaNYA untuk diberikan yang terbaik, dengan perasaan yang sebetul-betulnya menyerah dan  tuhanpun menjawabnya...


saya ingat setelah salat ashar dimana saya tidak mampu lagi menahan berat jutaan rindu kepada akang rashid. tiba-tiba smsnya muncul, ia ingin  kita putus namun harus bertemu untuk dibicarakan baik-baik. ia karena tau saya tidak suka dengan putus sebatas kata-kata melalui perantara dia pendengar yang baik :)

hati saya  merasakan kelegahan luar biasa, namun cemas dan kosong. saya sayang dia tapi  saya lebih menyayangi diri saya sendiri. saya tidak mau melamun, diam, bengong, berimajinasi,menangis karena dia

kita bertemu jam  8, namun ini sudah jam 9. ia tau  saya tidak bisa keluar malam. tapi yah ini harus diselesaikan sebelum galau saya akut.

dengan seperti orang diculik,atau lebih tepatnya saya rela diculik sama akang rashid yang sudah menunggu di bawah dengan motor mionya.

kami pun jalan menuju tempat yang nyaman untuk bercerita, tapi sayangnya kurang tempat yang bisa minum doang karena kita tidak lapar, ambilah jalan untuk  keliling sekitar batua-antang-tello-abdesir. di malam yang dingin, bintang sedikit, nampaknya langit juga ikutan sedih seperti perasaan kita berdua

sepanjang jalan ia bilang,cerewet sekali akang saya ini: carilah cowok yang lebih ganteng dari nya, lebih saleh darinya, janganmi menangis besarmko itu kawe hahaha, jangan malu-malu kalau mau minta tolong di kampus adaja, kalau cariko cowok jangan tampangji kocari tapi harus perhatian dan pengertian (kang saya mantan aja 2 sama kamu saking pemilihnya -_-) ia menceritakan kisah kita saat jalan bersama. ternyata ia juga pengingat yang baik :)

kubilang: jangan cari cewek yang lebih cantik dari saya, ahh tapi itu pilihanmu pokoknya sesuai hati, saya galau rashid jangan sms-sms saya lagi

 saya mau kita berdua baik-baik saja bukan musuh bukan pula teman baik

setelah lama keliling, saya mengasih ia bear band, entahlah ini langsung menjadi tradisi jika ia capek, saya suka melakukan itu. saat itu saya sedang berbicara  tapi serasa tidak di dengarnya

rashiiiiiidd?!! lah ini anak tumben diam....

saya melihat wajahnya dan ternyata..

dia nangis...

" jangan nangis.." saya peluk dia mau berkata sabar dia cukup sabar berkata kuat apalagi

saya masih memeluk. belakangnya bergetar, dia masih nangis, saya juga masih memeluknya tidak peduli lagi orang dibelakang mau berkata apa

selama perjalanan itu air mata saya tidak mau keluar karena ada hal yang lebih penting, saya merasa rindu saya terbalaskan melihat ia bercerita, sesekali ketawa, melihat gerakan tangannya yang menunjuk disana-disana-disana, motor yang pelan, banyak cerita, saya banyak diam seperti di nina bobokan dalam diam, tenang, nyaman sekali dalam hati bergumam:

ahh ini sudah selesai saya mau menikmati kebiasaan langka ini :)

menuju rumahku. karena saya diculik lebih tepatnya saya mau diculik sama akang rashid  saya tidak berani untuk diantar sampai depan rumah cukuplah di lorong yang sudah dekat

"makasih rashid hati-hatiko nah"

"iya kau juga de"

" mauka ciumko deh"

*sodorin mukanya*

iya saya mengecup pipinya. dadaa hati-hati

dia pulang saya pulang, baru saya bisa nangis

tak terasa gelappun jatuh
diujung malam menuju  pagi yang dingin
hanya ada sedikit bintang malam ini
mungkin karena kau sedang cantik-cantiknya..
lalu mataku merasa malu
semakin dalam, ia malu kali ini 
kadang juga ia takut
tatkala harus berpapasan di tengah pelariannya
dimalam hari, menuju pagi
sedikit cemas banyak  rindunya :(

payung teduh-untuk perempuan yang sedang di pelukan





Begini-gini saja

Setelah hura-hara PPN 12% tidak jadi naik, saya sebagai warga indonesia bukannya menjadi tenang tapi geleng-geleng. Karena ada yang sudah me...