berbulan-bulan sama akang rashid tidak ada yang tidak berwarna, semua berwarna.bahkan untuk hari yang menakutkan itu. namanya adalah perpisahan
saya sudah capek sama akang rashid yang selalu membuat rindu menjadi lucu, membuat semuanya menjadi sendu dan sedih. saya sudah berdoa kepadaNYA untuk diberikan yang terbaik, dengan perasaan yang sebetul-betulnya menyerah dan tuhanpun menjawabnya...
saya ingat setelah salat ashar dimana saya tidak mampu lagi menahan berat jutaan rindu kepada akang rashid. tiba-tiba smsnya muncul, ia ingin kita putus namun harus bertemu untuk dibicarakan baik-baik. ia karena tau saya tidak suka dengan putus sebatas kata-kata melalui perantara dia pendengar yang baik :)
hati saya merasakan kelegahan luar biasa, namun cemas dan kosong. saya sayang dia tapi saya lebih menyayangi diri saya sendiri. saya tidak mau melamun, diam, bengong, berimajinasi,menangis karena dia
kita bertemu jam 8, namun ini sudah jam 9. ia tau saya tidak bisa keluar malam. tapi yah ini harus diselesaikan sebelum galau saya akut.
dengan seperti orang diculik,atau lebih tepatnya saya rela diculik sama akang rashid yang sudah menunggu di bawah dengan motor mionya.
kami pun jalan menuju tempat yang nyaman untuk bercerita, tapi sayangnya kurang tempat yang bisa minum doang karena kita tidak lapar, ambilah jalan untuk keliling sekitar batua-antang-tello-abdesir. di malam yang dingin, bintang sedikit, nampaknya langit juga ikutan sedih seperti perasaan kita berdua
sepanjang jalan ia bilang,cerewet sekali akang saya ini: carilah cowok yang lebih ganteng dari nya, lebih saleh darinya, janganmi menangis besarmko itu kawe hahaha, jangan malu-malu kalau mau minta tolong di kampus adaja, kalau cariko cowok jangan tampangji kocari tapi harus perhatian dan pengertian (kang saya mantan aja 2 sama kamu saking pemilihnya -_-) ia menceritakan kisah kita saat jalan bersama. ternyata ia juga pengingat yang baik :)
kubilang: jangan cari cewek yang lebih cantik dari saya, ahh tapi itu pilihanmu pokoknya sesuai hati, saya galau rashid jangan sms-sms saya lagi
saya mau kita berdua baik-baik saja bukan musuh bukan pula teman baik
setelah lama keliling, saya mengasih ia bear band, entahlah ini langsung menjadi tradisi jika ia capek, saya suka melakukan itu. saat itu saya sedang berbicara tapi serasa tidak di dengarnya
rashiiiiiidd?!! lah ini anak tumben diam....
saya melihat wajahnya dan ternyata..
dia nangis...
" jangan nangis.." saya peluk dia mau berkata sabar dia cukup sabar berkata kuat apalagi
saya masih memeluk. belakangnya bergetar, dia masih nangis, saya juga masih memeluknya tidak peduli lagi orang dibelakang mau berkata apa
selama perjalanan itu air mata saya tidak mau keluar karena ada hal yang lebih penting, saya merasa rindu saya terbalaskan melihat ia bercerita, sesekali ketawa, melihat gerakan tangannya yang menunjuk disana-disana-disana, motor yang pelan, banyak cerita, saya banyak diam seperti di nina bobokan dalam diam, tenang, nyaman sekali dalam hati bergumam:
ahh ini sudah selesai saya mau menikmati kebiasaan langka ini :)
menuju rumahku. karena saya diculik lebih tepatnya saya mau diculik sama akang rashid saya tidak berani untuk diantar sampai depan rumah cukuplah di lorong yang sudah dekat
"makasih rashid hati-hatiko nah"
"iya kau juga de"
" mauka ciumko deh"
*sodorin mukanya*
iya saya mengecup pipinya. dadaa hati-hati
dia pulang saya pulang, baru saya bisa nangis
tak terasa gelappun jatuh
diujung malam menuju pagi yang dingin
hanya ada sedikit bintang malam ini
mungkin karena kau sedang cantik-cantiknya..
mungkin karena kau sedang cantik-cantiknya..
lalu mataku merasa malu
semakin dalam, ia malu kali ini
kadang juga ia takut
tatkala harus berpapasan di tengah pelariannya
kadang juga ia takut
tatkala harus berpapasan di tengah pelariannya
dimalam hari, menuju pagi
sedikit cemas banyak rindunya :(
payung teduh-untuk perempuan yang sedang di pelukan