halo, sudah lama sekali yah, sebenarnya aku maju mundur untuk menuliskan surat ini tapi setelah dipikir-pikir kamu berhak membaca ini. januari yang lalu Kita menghabiskan empat tahun sebelumnya dengan membicarakan banyak hal, mencari waktu sebanyak mungkin untuk bisa dihabiskan bersama. Dan sekarang, sebentar lagi selama itu juga kita sudah menghilang dari kehidupan masing-masing. Benar-benar menghilang, seakan-akan semua kenangan tentang kita hanyalah mimpi panjang. Terkadang aku masih suka mempertanyakan apa aku hanya membayangkanmu saja selama ini?
sekarang januari ini kita sudah lima tahun tidak bersama. bagaimana lima tahun mu tanpaku? kuharap baik-baik saja, aku selalu mengingatkan diriku kamu bisa membuat semaunya menjadi lebih baik. buatku lima tahun ini terbagi atas tiga babak.
diawal babak tanpamu, itu terasa menakutkan dan menyakitkan, aku tidak bisa menemukan kekuatan untuk bisa terbiasa tanpamu, tiap kali ingatan itu muncul tiap kali itu juga rasanya masih saja menyakitkan, kata orang ini semua melalui proses pembiasaan tapi tiap proses ini masih saja menakutkan, kehilangan seseorang memang tidak mudah, proses empat tahun kita bagiku sangat panjang dan sangat kelelahan sekali untuk bisa lebih ikhlas merelakan
dibabak kedua, aku mulai terbiasa tanpamu, hari-hari yang datang tidak lagi menakutkan, namun masih banyak rindu yang terselip bedanya tiap kali mengingat dan menelan rasanya tidak lagi pahit tapi ada yang berbeda suatu kita ketemu untuk berbicara dan ternyata kamu mau menyampaikan bahwa kamu sudah menyukai wanita lain dan akan segera melamarnya. seperti ada bom yang meledak di kepala. dan secepat itu pula saya menayakan kepada diri sendiri, apakah saya masih berharap? tentu saja mendengarkan kabar ini tidak serta merta membuatku tegar dan pura-pura terima, tidak secepat itu. aku menangis seharian tiap kali salat aku butuh tuhan untuk memperbaiki kembali letak hati yang sudah susah payah kususun untuk tetap tenang ditempatnya, ternyata fase ini awal untuk merelakan.
memasuki babak ketiga .Tiga tahun tanpamu akan melunasi tiga tahun yang dihabiskan denganmu. Empat, lima, enam tahun tanpamu akan membukakan jalan bagiku untuk bisa berhenti teringat padamu lalu merasa melankolis. Empat, lima, enam tahun ke depan aku tidak akan menulis seperti ini lagi tentangmu. Ingatan tentangmu hanya akan menjadi kenangan saja. Tidak lebih. semua yang kurasakan tentangmu hanyalah untuk diriku sendiri.
sekarang aku sudah berkeluarga dan tentu dia jauh lebih baik darimu dulu, itu sudah jandi janjiku agar keputusanku untuk berpisah denganmu tidak menjadi hal yang sia-sia, aku sadar kenapa tuhan tidak memberikan takdir baik kepada kita untuk bersama, rupanya dalam rumahtangga komunikasi adalah kunci utama, barangkali kalau denganmu kita tidak bakal menamatkan hal sederhana ini, kudengar-dengar kamu juga sudah berkeluarga?
bagaimana keluargamu? ahh tentu semakin baik aku yakin itu.
ternyata ini saatnya Januari hanya akan menjadi bulan pertama dan bukan lagi bulan saat aku kehilangan dirimu, januari sudah menjadi biasa-biasa saja dibabak ketiga. dan babak-babak selanjutnya selamat bertumbuh, selalu jadi baik, dan terimakasih *toss*
Tidak ada komentar:
Posting Komentar