Sebagai manusia yang hidup di keluarga cemara dan teman dekat 90% juga keluarga cemara saya tidak terbiasa melihat anak yang benci orangtuanya, saya sampai ada ditahap memanggil orang seperti itu sebagai anak durhaka.
Jadi kalau melihat anak yang malas pulang kerumahnya atau melawan sama orangtuanya saya bisa tega menasihati dirinya untuk tidak seperti itu karena ortu kalian lah yang melahirkan, merawat, dan membesarkan. Naifku berkata.
Sampai tiba-tiba orang-orang yang saya temui dilingkungan semakin beragam. Ternyata kompleks sekali hubungan antarmanusia ini. Dalam sebuah keluarga saja ada yang korban poligami, orangtua cerai, masih lengkap tapi diabaikan, pembagian kasih saya yang menitiberatkan ke saudara yang lain, atau orangtua yang rasa cintanya lebih besar ke dirinya sendiri.
Merawat dan membesarkan sebagian besar tugas orangtua dan sebagai orangtua yang sudah pernah merasakan kesulitan hamil dan melahirkan tidak ada apa-apanya dibanding sulitnya merawat anak. Dibagian sini sangat dibutuhkan kesiapan mental orangtua untuk menumbuhkan bounding agar anak merasa baik diterima di dunia. tapi sebagian anak tidak mendapatkan ini sehingga mereka punya luka batin.
Makin banyak umur saya makin memperlebar sudut pandang tidak semua orang bisa menikmati momen keluarga, tidak semua anak akan bahagia bersama orangtuanya jangan di hakimi dan itu sah-sah saja.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar