Sabtu, 04 April 2015

trip bone


7-12 februari 2015

nelangsa-nidji

soundtracknya broh gokil hahaha, alasannya karena mba maya selalu memutarnya padahal kami tidak lagi galau tapi sensasi lagu nelangsa memorinya akan ke bone, sampai sekarang

sebenarnya kami bertiga tetapi atirah teman saya tidak jadi pergi sebab bapaknya lagi sakit dan masuk RS, saya dan maya pun pergi bersama kedua orangtuanya naik mobil melewati bulu dua yang pemandangannya begitu ciamik. untuk ke bone kami menempuh 4 jam perjalanan melewati maros, pangkep, barru, dan sengkang

tiba di bone desa uloe kampung orangtua maya sekitar jam 15.30 wita, kami disambut dengan sangat ramah, makanan berlimpah, dan kekeluargaan yang masih kental, yah berhubung saya bukan orang bugis semuanya memakai bahasa daerah yang kebetulan saya tidak mengerti, di bone juga masih sangat kuat dengan strata sosialnya.. jadi apa yang kalian rindukan jika berpergian? kalau saya atmosfirnya, dimana tanah yang kalian injak rasanya beda, air, udara, lingkungan. ada kedamaian yang dirasakan, seperti dunia yang digeluti di dalam kepalamu usai sudah, sudah..

hari pertama dan kedua kami sibuk mengurus pengantin sepupunya maya, adat bugis membuat saya sebagai pengamat menjadi capek apa kabar pengantinnya, mappacing bagai pengantin perempuan dan laki-laki, dilaksanakan di malam hari besoknya ada apparola kegiatan kerumah pengantin perempuan disusul kerumah pengantin laki-laki setelahnya, lalu ammatoa dimana keluarga atau tamu undangan memberikan kado kepada kedua mempelai, malamnya barrasanji , fuh~

hari ketiga, kami tidak berpergian jauh, dirumah saja berhubung teman saya atirah, bapaknya meninggal, rasanya sangat menyesakkan seperti jiwa ingin ke makassar tapi raga tak mampu kemana-mana, shit. belakang rumah tante maya hamparan luas sawah yang paling asik, kalau lagi mandi (lantai dua) jendela besar-besar dan terbuka how i feel so happy, cita-cita saya punya rumah yang kamar mandi ada jendelanya besar-besar tanpa takut diintip hahahaha. ganggu anak mengajinya mamak aji sudah menjadi hiburan juga hihihi

hari keempat kami ke tete tonra bone, ini pantai, senang sekali karena saya agak bosan dengan wilayah gunung-gunung akhirnya ketemu pantai, main air laut dan pantainya juga keren sekali tempatnya meneduhkan, banyak pohon rindang, ada sapi, kalau kesini ada baiknya bilas dirumah saja setelah mandi air, kalau airnya surut kita bisa jalan-jalan ke pulau seberang tanpa perlu sewa kapal lagi, dan bawa bekal dari rumah

hari kelima we went to tanjung pallete, pemandangan yang  menghibur mata, laut juga, serta villa-villa yang eksotis  sudah dekat sama pelabuhan bajoe jadi kalau kesini banyak kapal-kapal yang lalu lalang di permukaan laut

hari keenam kami berkunjung kerumah sepupu-sepupu mba maya yang ada di bone kenyang lagi, miss you mandacang bocah kecil yang lutcuh serta lihai bahasa bugis, sedih juga karena sorenya kami balik ke makassar naik mobil penumpang yang baiknya lagi di bayarin pula sama mammi uwww kangenn, thats surprise for us we back to home with my beloved boy, but we arent trip together just meet him at bone i love you













Begini-gini saja

Setelah hura-hara PPN 12% tidak jadi naik, saya sebagai warga indonesia bukannya menjadi tenang tapi geleng-geleng. Karena ada yang sudah me...