Tarik napas yang panjang lalu hempaskan pelan-pelan, seolah-olah saya tidak memikirkan tugas bangku perkuliahan yang amat kucintai ini, tubuh saya yang makin kurus kata orang, padahal nafsu makanku sebesar dina,
dinasaourus...
Dan segalanya yang bersifat lesuh
Pelan-pelan dan waktu berhenti, supaya saya punya waktu untuk menulis hal internal ini, lalu sibukmu yg menggunung?shut up, anggaplah waktu berhenti
1-4 september 2014 ,lagi kami naik gunung ke bawakaraeng kata masyarakat lembanna puncak bawakaraeng jauh, jauh dari pos 10 yang sudah di patenkan. Terimakasih yang banyak kepada duo akbar, nur akbar dan akbar gazali. makhluk yang Allah ciptakan, dekat dan baik lalu cukup mimpi saya di pindah tangankan kepadanya. akhirnya saya bisa kesana horreee. thank you guru, guru hipster.
walau muka saya jadi gosong karena matahari dan saya kena gatal-gatal tapi perjalannya maha dahsyat, well kapok biar saya telan bulat-bulat.
Setiap pos-pos yang kami lewati seperti pelepas dahaga dan melihat uang yang bermilyar-milyar. Perjalanan panjang dan banyak cerita, saya cukup berani untuk mengejek kedua akbar itu seakan-akan kami ini seumuran. maafkan saya hahaha. Cerita kami yang kosong sampai dengan yang berisi hingga otakmu jadi segar dan terisi dengan baik
bau lumut, dendelion, bau dingin, dan bau tenda atau makan yang dipaksa bersih.ini sensasi yang diciptakan sama gunung
Semuanya bisa jadi lucu, pohon tumbang, atau jalanan yang menanjak hihh selera humor kita bisa dikata hampir abnormal
Meminum sesuatu yang hangat yang dalam hitungan detik langsung jadi dingin. Tapi hati kami tidak dingin ttsah
Puncak yang kuinjak-injak karena jengkel-jengkel cinta bisa sampai disana dengan panorama sangat indah, jauh dari kata sederhana. Saya dibalik awan, matahari yang besar, dan garis-garis kayangan.