ramadan seakan-akan meninggalkan kita, bukan. dia betul-betul meninggalkan saya. bulan ramadan yang penuh kerepotan, saya repot membersihkan dosa-dosa saya yang menebal seperti daki, saya repot membantu mama saya menyiapkan pa'buka ( makanan yang disajikan menjelang buka puasa) saya repot ke masjid untuk salat tarawih, saya repot untuk bangun sahur, saya repot memperbaiki diri untuk menjadi hamba Allah, saya repot membaca alquran dan terjamahannya saya repot untuk berbagi bersama anak yatim dengan sumbang sana-sini, bantu tenaga sana sini...
repot tapi tidak menyiksa, mengapa saya begitu berharap bahwa cobalah bulan ini terus-menerus.