david naif di majalah rollingstone ketika di wawancarai oleh sari wsatcc membahas soal divine love, kata david ia mendapatkan ini sewaktu di tempat perbelanjaan di jakarta, tiba-tiba ia tertawa sendiri karena merasa sangat gembira dan tidak tahu kenapa, sampai anak istrinya heran, dan kemudian tiba-tiba david naif berubah lebih beriman..
"Divine Love
adalah uncondional Love atau Prema atau cinta kasih yang tidak terbatas
seperti yang dimiliki oleh Tuhan Yang Maha Esa yang diberikan kepada
Tuhan dan juga ciptaanNya"
saya merasa allah sudah memberikan uncondional love itu, melalui caranya, dan perubahan itu nyata kelas 3 SMA. setelah merubah bacaan buku, iya saya merasa sangat berubah setelah tidak membaca novel yang kisahnya hanya cinta basi. dan mulai membaca buku yang bergenre diluar kotak.
setelah itu saya selalu mau terus dekat kepadaNYA kalau bisa di peluk erat-erat sekali, alhamdulillah tuhan memeluk saya sampai sekarang, bahasa alimnya, beriman.
setelah itu saya lebih sayang sama orang yang benci sama saya dan tambah sayang sama orang yang sayang sama saya
setelah itu saya lebih mengerti sikap orang tua dan maklum jika mereka tidak mengerti
setelah itu saya lebih banyak pemakluman-pemakluman
setelah itu saya lebih tegas sama diri saya sendiri, lebih disiplin sama diri saya sendiri
setelah itu saya tidak mau mengambil pusing omongan orang lain
setelah itu saya iya iya saja sama orang yang tidak serupa dengan saya
setelah itu saya tidak mau terus diam kalau hal itu salah di pikiran saya atau hanya berkata "baik-baik saja"
setelah itu saya jadi tahu arah hidup saya, impian-impian saya, dan semua yang harus dilakukan karena dimulai dengan kata "suka" lalu membesar
setelah itu saya lebih berani mengambil resiko, dan lebih berani kepada hal-hal yang menghantui ketidakberanian
setelah itu saya lebih menerima watak orang lain
setelah itu saya makin sayang sama alam
seperti melakukan pembelahan menjadi, diriku, diriku, diriku dan diriku, sehingga diriku mencintai diriku. karena pikiran berpotensi berkembang.