tambah lagi satu teman dekat, saya dan dia itu berbeda, tapi kenapa kita bisa seimbang...
dia mengerti saya, dia bisa membuat saya tenang, dia bisa membuat saya tertawa lebar, dan dia salah satu teman pendengar yang baik, pengamat yang baik, dan penerima hal aneh saya yang baik, saya makhluk paling malas curhat, dengan dia saya bisa curhat,dia memberikan saya rasa percaya yang kuat. dan akhirnya dia menjadi orang yang ku museumkan.
dia teman yang punya sikap dan punya segudang pengalaman keluar dari zona amannya. dia punya faktor imut sekali, dia bijak.
salah satu pembelajaran yang saya ambil dari dirinya adalah bahwa perempuan tidak harus memikul gengsi untuk bilang kangen, sayang, duluan pada seseorang, ketika saya bilang saya kangen dan sayang sama siapapun dan mengatakannya pada orang itu sensasinya sangat legah, saya hanya sekedar kangen dan kalian harus membalas kangen saya. tidak sulit, ajak saya cerita dan bilang saya juga kangen, kecuali mereka-mereka yang punya inisiatif membalas kangen saya dengan caranya. yakin itu tidak genit itu melegahkan.
sayang juga itu kata sakral untuk mengucapkannya sekali terucap itu tulus serius tulus iya saya sayang sama orang-orang yang pernah saya bilangi sayang karena memang saya sayang, jangan tanyakan alasannya.
ini dia <3:
