Senin, 18 Maret 2013

pernikahan

akhirnya tiba dari keluargaku yang siap untuk membina rumah tangganya..

dia lelaki namanya la ode abdul malik, nama dari kecil malik, baru saja berumur 29 tahun, dia lelaki yang malas menaati aturan,penyayang, emosian tapi terkontrol, cerdas, kadang dia curhat tentang masa lalunya kepadaku timbul kesimpulan bahwa dia anak  nakal yang tak tersembunyi, baik selalu, sangat menyukai  film kadang film di bioskop yang coming soon ternyata di laptopnya sudah ada, ini luar biasa bung, penyuka games, dan maniak teknologi

bersyukurlah dia mendapatkan istri bidan, lemah lembut, sangat baik, pintar,soleha, dan menarik

kalau menurut saya mereka berdua pasangan yang melengkapi :)


rasanya ada salah satu anggota keluarga menikah adalah kehilangan, mereka sudah punya keluarga baru dan siap dengan segala resikonya, kehilangan yang belum bisa saya jelaskan kenapa saya merasa kehilangan, kakak saya diambil dengan sah.. cuma rasanya ada yang hilang saja

kenangan bersama malik itu yang tidak pernah hilang dari kepalaku pada waktu saya sedang sedih-sedihnya karena mama ku memarahi sikapku yang tidak mengurus nilai di rapor yangada satu nilai bertinta pensil, saya lupa mata pelajaran apa, maklum lah smp kelas 1 mhihik. kalian tau nangis di tahan-tahan seperti cegukan yang panjang  itulah tidak enaknya, tiba-tiba dia datang bertanya :

"kenapako dek nangisko?"

saya teh diam..

sudahmi ndaji itu urusmi *sambil memeluk saya*

akhirnya tangisan saya keluar  dan sangaaat besar durasinya sekitar 10 menit, hahak untung tidak kedengaran secara saya kan menangis di dadanya, legah sekali..

mereka menikah pada tanggal 26 agustus 2012, di raha



Raha dalam mencairkan yang beku:

acara adat yang namanya saweran calon pengantin wanita habis di pinggit dan digendong untuk siap menari



mendengarkan petuah-petuah dari keluarga wanita


selamat mengnyanakan :)



jadilah keluarga yang dicintai Allah, cuitcuit




Begini-gini saja

Setelah hura-hara PPN 12% tidak jadi naik, saya sebagai warga indonesia bukannya menjadi tenang tapi geleng-geleng. Karena ada yang sudah me...