Rabu, 06 Februari 2013

andi aso

anak lelaki ini tetangga saya , kalau sekolah sudah kelas 2 smp, tetap ia menderita penyakit tuna rungu dan tuna wicara.ia punya keluarga yang ramah sama tetangga, baik, dan penolong :)

apa yang menyebabkan tuna rungu dan tuna wicara?
berikut info yang saya dapatkan dari google dan saya cocokkan dari cerita saudaranya, nonno:

Sebagaimana penyebab tuna rungu sebelum kelahiran, ada sejumlah alasan mengapa seorang anak mungkin menjadi yang tuli setelah mereka dilahirkan. Dilahirkan secara prematur dapat meningkatkan resiko menjadi tuli atau akan menjadi tuli. Bayi-bayi prematur lebih cenderung rentan terhadap infeksi yang dapat menyebabkan ketulian.

Infeksi/peradangan seperti meningitis, measles-mumps, radang selaput otak,sumsum belakang, campak dan penyakit gondok dapat menyebabkan ketulian. Ototoxic drugs, obat yang digunakan untuk mengatasi jenis-jenis lain infeksi/peradangan pada bayi, juga dapat menjadi penyebabnya.
Adakalanya ketulian dapat juga disebabkan oleh satu luka/benturan di kepala atau karena efek suara yang nyaring/keras yang terjadi satu kali atau terus menerus. Hal itu semua dapat menyebabkan kerusakan pada sistim pendengaran.

apa yang menyebabkan tuna wicara?
Salah satu penyebab yang paling sering terjadi pada tunawicara adalah gangguan pendengaran yang tidak terdeteksi secara dini, karena permasalahan paling mendasar yang dialami seorang tuli adalah kurang mendapat stimulasi bahasa sejak lahir.
Masalah yang utama pada diri seorang tunawicara adalah mengalami kehilangan atau terganggunya fungsi pendengaran (tunarungu) dan atau fungsi bicara (tunawicara), yang disebabkan karena bawaan lahir, kecelakaan maupun penyakit. Umumnya anak dengan gangguan dengar (wicara) yang disebabkan karena faktor bawaan (keturunan/genetik) akan berdampak pada kemampuan bicara Walaupun tidak selalu. Sebaliknya anak yang tidak atau kurang dapat bicara umumnya masih dapat menggunakan fungsi pendengarannya walaupun tidak selalu.
Beberapa tanda khusus pada anak sekolah yang menderita tunawicara adalah: sulit mengikuti percakapan normal, selalu memperhatikan mimik atau bibir lawan bicara, sering menghindar dari percakapan, suka menyendiri, bicara keras, nada bicara tidak normal, tidak lancar, dan menggunakan bahasa isyarat.
Disabilitas pendengaran pada umumnya dialami oleh individu yang lahir sebelum waktunya (premature). Penyandang disabilitas bicara ini memiliki beberapa karakteristik antara lain memiliki suara sengau, cadel, bicara tidak jelas dan tidak mengeluarkan suara saat berbicara, cenderung pendiam, pandangan tertuju pada satu obyek, menggunakan komunikasi non verbal dan bahasa tubuh untuk mengungkapkan pendapat, pikiran dan keinginan, serta lebih memilih berkomunikasi secara tertulis.

aso namanya. ia baik,suka menolong, lucu, bisa merasakan marah, jatuh cinta, senang, ketawa, yang saya herankan kalau ia menangis air matanya gak keluar
ia juga lelaki pada umumnya, bisa naik motor, nongkrong, bisa berkelahi, dan mengejek teman laki-lakinya.

saya tertarik menceritakan ini karena.. apa jadinya dunia tanpa suara? bagaimana dunia yang ada di dalam diri aso sebenarnya? hampa kah? atau berwarna?

kadang kalau ia bercerita dengan memakai bahasa non verbalnya bersama sepupu saya, yayat. mereka terlihat nyambung  aso mengerti, yayat mengerti, saya tidak.tetapi aso ini unik dia bisa menonton tv dan seakan mengerti apa dialog yang diperbincangkan,mengendarai motor seakan mengerti kalau ada bahaya, mendengarkan orang ngobrol seakan tau topik yang lagi dibicarakan, punya hp seakan mengerti kegunaanya, punya akun facebook seakan saya gagal paham.. bisa disimpulkan aso menikmati pemberian yang sudah ditakdirkan, aso punya akal pikiran yang tersambung oleh pembuluh darah namun berbentuk diam.

ada juga bahasa non verbal khusus yang diciptakan aso dan dimengerti oleh orang-orang yang bisa mengerti, dan ini menurut informasi yang saya dapatkan dari si yayat dan saudaranya
CONTOH:
  1.  hormat (untuk bapaknya)
  2.  tangan dua-duanya diatas kepala sambil berbentuk huruf x (untuk orang yang sudah menikah) 
  3. telapak tangan menyentuh jari-jari berbentuk segitiga (rumah)
  4. mengulung-gulung rambut menggunakan jari (untuk menanyakan saudara perempuannya)
  5.  jangan berani-berani menunjukkan angka 3 di depannya itu bisa melukai perasaan si doi yang artinya 2 telinga  yang tak bisa mendengar dan 1mulut yang tak bisa bicara
kadang saya merasa ia nampak beruntung tidak mendengarkan propaganda buruk dari mulut seseorang.hhh damai tuh pikiran


tetap berjaya aso, bahagia selalu^^


            

Begini-gini saja

Setelah hura-hara PPN 12% tidak jadi naik, saya sebagai warga indonesia bukannya menjadi tenang tapi geleng-geleng. Karena ada yang sudah me...